Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

143,9 Juta Orang Diprediksi Mudik, Menhub Andalkan WFA Cegah Kepadatan

Menhub, Dudy Purwagandhi meresmikan pembukaan Posko Angkutan Lebaran 2025 (IDN Times/Ridwan Aji Pitoko)
Menhub, Dudy Purwagandhi meresmikan pembukaan Posko Angkutan Lebaran 2025 (IDN Times/Ridwan Aji Pitoko)
Intinya sih...
  • Pemerintah sepakat terapkan WFA untuk ASN
  • Diprediksi ada 143,9 juta pergerakan masyarakat pada libur Lebaran 2026
  • Imbau masyarakat rencanakan perjalanan mudik dengan baik
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Menteri Perhubungan (Menhub), Dudy Purwagandhi, menilai penerapan flexible working arrangement (FWA) atau work from anywhere (WFA) selama periode Lebaran 2026 berpotensi mendukung kelancaran angkutan serta bisa memecah kepadatan pergerakan masyarakat agar tidak terkonsentrasi dalam satu waktu saja.

"Kebijakan ini memberi ruang bagi pengaturan perjalanan yang lebih aman dan nyaman bagi masyarakat. Dengan berkurangnya kepadatan pada periode tertentu, beban petugas di lapangan juga dapat lebih terkendali, sehingga pengaturan lalu lintas dapat dilakukan secara lebih optimal," ujar Menhub Dudy dalam keterangan resmi yang dikutip Rabu (18/2/2026).

1. Pemerintah sepakat terapkan WFA untuk ASN

BBPJN Kaltim mencacat 11 ribu kendaraan melintasi Jalan Tol Balikpapan-IKN selama arus mudik Lebaran. (IDN Times/Erik Alfian)
BBPJN Kaltim mencacat 11 ribu kendaraan melintasi Jalan Tol Balikpapan-IKN selama arus mudik Lebaran. (IDN Times/Erik Alfian)

Ia menjelaskan, pemerintah telah sepakat menerapkan FWA untuk Aparatur Sipil Negara dan pekerja swasta pada 16, 17, 25, 26, serta 27 Maret 2026. Melalui kebijakan tersebut, Survei Angkutan Lebaran 2026 Kementerian Perhubungan menyatakan, persepsi/preferensi masyarakat menunjukkan penerapan FWA cukup efektif menekan potensi pergerakan puncak arus mudik seperti H-5 dan H-3. Dengan FWA, pergerakan masyarakat pada arus mudik lebih terdistribusi ke hari-hari sebelum H-3 dan H-5 (H-6 sampai H-8).

"Pola serupa juga terlihat pada arus balik, di mana preferensi masyarakat menunjukkan penurunan kepadatan pada H+4 hingga H+6 setelah Lebaran. Distribusi perjalanan menjadi lebih merata karena sebagian masyarakat mengubah jadwal perjalanan di luar rentang H-8 hingga H+8," ungkapnya.

2. Diprediksi ada 143,9 juta pergerakan masyarakat pada libur Lebaran 2026

Antrean pemudik motor di Bakauheni Lampung. (IDN Times/Muhaimin)
Antrean pemudik motor di Bakauheni Lampung. (IDN Times/Muhaimin)

Menhub Dudy menjelaskan, hasil Survei Angkutan Lebaran 2026 menunjukkan sebanyak 143,9 juta orang diperkirakan akan melakukan pergerakan. Sementara itu pada 2025, survei mencatat potensi pergerakan masyarakat sebesar 146 juta orang, dengan realisasi mencapai 154 juta orang.

Menurutnya, pengalaman tersebut menunjukkan adanya selisih yang cukup signifikan antara angka survei dan realisasi di lapangan. Meski secara survei tahun ini terlihat adanya sedikit penurunan sekitar 1,7 persen, hal tersebut tidak mengurangi kewaspadaan pemerintah dalam melakukan persiapan.

“Kami berasumsi bahwa pada 2026, dengan mempertimbangkan hari libur yang cukup panjang dan penerapan kebijakan FWA, periode pergerakan masyarakat dapat berlangsung kurang lebih selama dua minggu. Dengan kondisi tersebut, kami memperkirakan jumlah pergerakan masyarakat berpotensi kurang lebih sama dengan realisasi tahun kemarin,” kata Menhub.

3. Imbau masyarakat rencanakan perjalanan mudik dengan baik

Para pemudik di deremaga eksekutif Bakauheni Lampung. (IDN Times/Muhaimin)
Para pemudik di deremaga eksekutif Bakauheni Lampung. (IDN Times/Muhaimin)

Menhub Dudy pun mengimbau masyarakat untuk merencanakan perjalanan dengan baik, memanfaatkan kebijakan FWA secara bijak, serta memilih waktu keberangkatan di luar periode puncak arus mudik dan arus balik.

“Partisipasi dan kedisiplinan masyarakat sangat penting agar distribusi pergerakan dapat lebih merata. Dengan dukungan semua pihak, kami harap penyelenggaraan angkutan Lebaran tahun ini dapat berlangsung selamat, aman, serta nyaman,” pungkas Dudy.

Share
Topics
Editorial Team
Sunariyah Sunariyah
EditorSunariyah Sunariyah
Follow Us

Latest in Business

See More

5 Alasan Catatan Keuangan Pribadi Jadi Kunci Masa Depan

18 Feb 2026, 11:12 WIBBusiness