Jakarta, IDN Times - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memastikan pasar modal Indonesia tetap menjalankan perannya sebagai sumber pembiayaan jangka panjang bagi dunia usaha di tengah ketidakpastian geopolitik dan ekonomi global.
Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi mengatakan, hingga 31 Juli 2026, penghimpunan dana di pasar modal telah mencapai Rp113,13 triliun. Sebagian besar dana tersebut berasal dari penerbitan Efek Bersifat Utang dan/atau Sukuk (EBUS) yang mencapai Rp98,27 triliun.
"Penghimpunan dana oleh korporasi domestik di pasar modal tetap terjaga. Pasar modal domestik tetap menjalankan peran pentingnya sebagai sumber pembiayaan jangka panjang bagi dunia usaha," ujar Friderica dalam konferensi pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), Senin (3/8/2026).
