Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

OJK Bidik Penghimpunan Dana di BEI Tembus Rp250 Triliun Tahun Ini

OJK Bidik Penghimpunan Dana di BEI Tembus Rp250 Triliun Tahun Ini
Bursa Efek Indonesia (IDN Times/Ridwan Aji Pitoko)
Intinya Sih
  • OJK menargetkan penghimpunan dana pasar modal mencapai Rp250 triliun pada 2026; hingga semester I, realisasinya Rp125,74 triliun atau 50,3 persen dari target.
  • Meski pasar modal menghadapi evaluasi penyedia indeks global, OJK menilai minat pendanaan tetap terjaga, didukung tiga IPO, dua PUT senilai Rp6,73 triliun, serta obligasi dan sukuk Rp5,25 triliun.
  • OJK menargetkan peluncuran ETF emas pada semester II-2026, dengan partisipasi awal lima hingga tujuh manajer investasi, sambil memperhatikan kesiapan infrastruktur dan operasional.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menargetkan penghimpunan dana di pasar modal secara keseluruhan bisa mencapai Rp250 triliun tahun ini.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon (PMDK), Hasan Fawzi mengatakan hingga semester I-2026, total nilai penghimpunan dana di pasar modal indonesia adalah sebesar Rp125,74 triliun (50,3 persen dari target).

1. Pede bakal tercapai meski ada tantangan

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi. (IDN Times/Pitoko)

OJK mengakui hingga Juli 2026 ada banyak tantangan yang dihadapi pasar modal Tanah Air. Salah satunya terkait evaluasi para penyedia indeks global, seperti MSCI Inc, FTSE Russel, hingga S&P Dow Jones Indices (DJI).

Meski begitu, dia meyakini prospek penghimpunan dana hingga akhir tahun 2026 tetap positif.

“Meskipun kondisi pasar global masih diwarnai berbagai tantangan, minat perusahaan untuk memanfaatkan pasar modal sebagai sumber pendanaan tetap terjaga,” ucap Hasan dikutip dari keterangan resmi, Rabu (29/7/2026).

2. Masih ada IPO dan penerbitan obligasi

Bursa Efek Indonesia (IDN Times/Ridwan Aji Pitoko)
Bursa Efek Indonesia (IDN Times/Ridwan Aji Pitoko)

Hasan mengatakan, target OJK bisa tercapai, apalagi dengan adanya beberapa mekanisme yang masih berlangsung, seperti tiga penawaran saham umum perdana atau initial public offering (IPO), 2 proses penawaran umum terbatas (PUT) dengan nilai emisi Rp6,73 triliun, serta 4 proses penerbitan obligasi dan sukuk dengan nilai Rp5,25 triliun.

“Saat ini, OJK tidak hanya berfokus pada pencapaian nilai penghimpunan dana, tetapi juga pada peningkatan kualitas pasar modal secara keseluruhan,” ujar Hasan.

3. Targetkan peluncuran ETF emas pada semester II-2026

Bursa Efek Indonesia (IDN Times/Ridwan Aji Pitoko)
Bursa Efek Indonesia (IDN Times/Ridwan Aji Pitoko)

Dalam kesempatan itu, Hasan juga membeberkan kelanjutan rencana penerbitan Exchange Traded Fund (ETF) Emas di Indonesia. ETF emas adalah instrumen investasi berbentuk reksa dana yang harga dan unitnya diperdagangkan di bursa saham (seperti halnya saham biasa), di mana aset acuan utamanya (underlying asset) adalah emas.

Peluncuran ETF Emas ditargetkan dapat terealisasi pada semester II-2026. Hingga saat ini, manajer investasi (MI) yang berpartisipasi ditargetkan bisa mencapai 5-7 pihak pada awal peluncuran.

“Ini tentu memperhatikan kesiapan dari para pihak baik dalam kaitannya dengan infrastruktur dan operasional dari setiap pihak yang terkait. Ke depannya, tentu akan lebih banyak lagi Manajer Investasi yang berpartisipasi dalam penerbitan ETF Emas di Indonesia,” kata Hasan.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More