Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

USDT vs USDC, Apa Bedanya Dua Stablecoin Berbasis Dolar AS Ini?

3 min read
USDT vs USDC, Apa Bedanya Dua Stablecoin Berbasis Dolar AS Ini?
ilustrasi uang dollar (pexels.com/cottonbro studio)
  • USDT diterbitkan Tether sejak 2014, sedangkan USDC diterbitkan Circle; keduanya dirancang menjaga nilai token di sekitar US$1 untuk perdagangan dan aktivitas keuangan digital.
  • Cadangan USDT mencakup surat utang pemerintah AS, reverse repo, deposito, serta aset lain; USDC berfokus pada kas dan surat utang pemerintah AS jangka pendek.
  • USDT luas digunakan di bursa dan berbagai blockchain, sementara USDC mendukung pembayaran serta DeFi; pengguna perlu mempertimbangkan jaringan, biaya, transparansi, dan risiko penerbit.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

USDT dan USDC merupakan dua stablecoin terbesar dan terkenal saat ini. Keduanya dirancang untuk mengikuti nilai dolar AS sehingga harga satu token umumnya berada di sekitar US$1. Namun, meski memiliki tujuan yang sama, keduanya diterbitkan oleh perusahaan yang berbeda dan memiliki sejumlah perbedaan penting.

Perbedaan tersebut dapat memengaruhi cara trader, investor, maupun pengguna biasa dalam menggunakan kedua stablecoin ini. Mulai dari penerbit, komposisi cadangan, transparansi, hingga jaringan blockchain dapat menjadi pertimbangan. Berikut beberapa perbedaan utama antara USDT dan USDC yang perlu kamu ketahui.

  1. 1. USDT dan USDC diterbitkan oleh perusahaan yang berbeda

    ilustrasi stablecoin
    ilustrasi stablecoin (unsplash.com/CoinWire Japan)

    USDT merupakan stablecoin yang diterbitkan oleh Tether dan pertama kali hadir pada 2014. Stablecoin ini kemudian berkembang menjadi salah satu aset digital yang paling banyak digunakan untuk perdagangan kripto. Tether juga menyatakan bahwa USDT diterbitkan di berbagai blockchain dan menjadi salah satu stablecoin dengan penggunaan serta likuiditas terbesar di pasar kripto.

    Sementara itu, USDC diterbitkan oleh Circle sebagai dolar digital yang berjalan di jaringan blockchain. Circle merancang USDC agar dapat digunakan untuk pembayaran, perdagangan, serta berbagai aktivitas keuangan digital. Perbedaan penerbit ini penting karena setiap perusahaan memiliki struktur bisnis, kebijakan operasional, dan pendekatan tersendiri dalam mengelola cadangan stablecoin yang mereka terbitkan.

  2. 2. USDT dan USDC menggunakan cadangan yang berbeda

    ilustrasi cryptocurrency dan dolar AS
    ilustrasi cryptocurrency dan dolar AS (unsplash.com/Dmytro Demidko)

    Baik USDT maupun USDC membutuhkan aset cadangan untuk mendukung token yang beredar dan menjaga nilainya tetap mendekati 1 dolar AS. Namun, jenis aset yang digunakan sebagai cadangan tidak sepenuhnya sama. Tether sebagai penerbit USDT menyimpan cadangannya dalam berbagai jenis aset, termasuk surat utang pemerintah AS, reverse repo, deposito, dan sejumlah aset lainnya.

    Sementara itu, cadangan USDC lebih berfokus pada kas dan aset yang sangat likuid. Circle menyatakan bahwa USDC didukung oleh kas dan surat utang pemerintah AS jangka pendek yang disimpan dalam struktur cadangan tertentu. Perbedaan komposisi ini penting karena kualitas dan likuiditas aset cadangan dapat memengaruhi kemampuan penerbit memenuhi permintaan penukaran stablecoin menjadi dolar AS.

  3. 3. Informasi tentang cadangan USDT dan USDC tidak sama

    ilustrasi market cryptocurrency
    ilustrasi market cryptocurrency (pexels.com/Tima Miroshnichenko)

    Informasi mengenai cadangan menjadi hal penting bagi pengguna stablecoin. Cadangan tersebut menunjukkan aset apa yang digunakan penerbit untuk mendukung token yang beredar. Karena itu, semakin jelas informasi yang tersedia, semakin mudah pengguna memahami bagaimana stablecoin tersebut didukung.

    Tether dan Circle sama-sama secara berkala menyediakan informasi mengenai cadangan stablecoin mereka. Namun, cara penyajian informasi, jenis laporan, dan tingkat detail yang diberikan dapat berbeda. Kita dapat melihat komposisi aset cadangan serta laporan yang diterbitkan masing-masing perusahaan sebelum memutuskan stablecoin mana yang sesuai dengan kebutuhan.

  4. 4. Penggunaan dan jaringan blockchain tidak sepenuhnya sama

    ilustrasi blockchain
    ilustrasi blockchain (freepik.com/freepik)

    USDT memiliki posisi yang sangat kuat dalam aktivitas perdagangan kripto karena tersedia secara luas di berbagai bursa. Stablecoin ini juga diterbitkan pada sejumlah jaringan blockchain, termasuk Ethereum, Tron, Solana, dan beberapa jaringan lainnya. Ketersediaan yang luas membuat USDT sering digunakan trader untuk membeli aset kripto atau memindahkan dana antarplatform.

    USDC juga tersedia di banyak blockchain dan memiliki dukungan yang terus berkembang untuk kebutuhan pembayaran serta aplikasi decentralized finance atau DeFi. Circle menyediakan USDC asli pada berbagai jaringan dan membangun infrastruktur untuk membantu perpindahan token antar blockchain. Karena itu, pilihan antara USDT dan USDC sering kali bergantung pada bursa, jaringan, biaya transaksi, serta aplikasi yang ingin kita gunakan.

    USDT dan USDC sama-sama bertujuan menjaga nilai sekitar US$1, tetapi keduanya tidak identik. Perbedaan penerbit, cadangan, transparansi, dan penggunaan membuat setiap stablecoin memiliki karakteristik tersendiri. Sebelum menggunakan salah satunya, kita tetap perlu memeriksa jaringan, biaya, risiko penerbit, dan apakah stablecoin tersebut sesuai dengan kebutuhan transaksi atau investasi.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More