Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

IIF Kucurkan Rp485,5 Miliar untuk Pengembangan RS Jantung di Bogor

IIF Kucurkan Rp485,5 Miliar untuk Pengembangan RS Jantung di Bogor
Ilustrasi Cadangan Devisa (IDN Times/Arief Rahmat)
Intinya Sih
  • IIF menyalurkan pembiayaan Rp485,5 miliar kepada PT Bogor Kardia Indonesia untuk pembangunan rumah sakit khusus jantung di Bogor dengan kapasitas 98 tempat tidur dan fasilitas medis modern.
  • Pendanaan ini bertujuan meningkatkan akses serta kualitas layanan kesehatan kardiovaskular agar masyarakat Bogor tak perlu lagi bergantung pada rujukan ke Jakarta atau luar negeri.
  • IIF terus memperkuat perannya dalam pembiayaan infrastruktur berkelanjutan, termasuk sektor kesehatan, dengan dukungan dari lembaga internasional seperti ADB, IFC, DEG, dan SMBC.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times – PT Indonesia Infrastructure Finance (IIF) menyalurkan pembiayaan sebesar Rp485,5 miliar kepada PT Bogor Kardia Indonesia untuk pengembangan fasilitas layanan kesehatan berupa rumah sakit khusus jantung di wilayah Bogor.

“Dukungan terhadap sektor kesehatan merupakan bagian dari komitmen IIF dalam memperkuat infrastruktur sosial yang berdampak langsung pada kualitas hidup masyarakat,” ujar Presiden Direktur/CEO IIF, Rizki Pribadi Hasan, dalam keterangan tertulis, Kamis (16/4/2026).

1. Pembiayaan untuk tingkatkan akses dan kualitas layanan kesehatan

IIF Kucurkan Rp485,5 Miliar untuk Pengembangan RS Jantung di Bogor
PT Indonesia Infrastructure Finance (IIF) menyalurkan pembiayaan sebesar Rp485,5 miliar kepada PT Bogor Kardia Indonesia. (Dok/Istimewa).

Ia menjelaskan pembiayaan tersebut ditujukan untuk meningkatkan akses dan kualitas layanan kesehatan, khususnya di bidang kardiovaskular, bagi masyarakat Bogor dan sekitarnya. Rumah sakit ini dirancang memiliki kapasitas hingga 98 tempat tidur serta dilengkapi fasilitas medis seperti catheterization laboratory (cath lab) dan radioterapi.

Kehadiran rumah sakit ini diharapkan dapat mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap rujukan layanan kesehatan ke Jakarta maupun luar negeri, sekaligus mempercepat penanganan pasien penyakit jantung yang membutuhkan tindakan medis segera dan terintegrasi.

2. Tingkatkan layanan untuk memenuhi kebutuhan klien di sektor infrastruktur

IIF Kucurkan Rp485,5 Miliar untuk Pengembangan RS Jantung di Bogor
PT Indonesia Infrastructure Finance (IIF) sudah menyalurkan pembiayaan untuk pembangunan sektor telekomunikasi dan informasi (TI) sebesar Rp3,1 triliun hingga akhir 2024, untuk memperkuat pengembangan ekonomi digital Indonesia. (Dok/Istimewa)). ac

Selama 16 tahun beroperasi, IIF terus meningkatkan layanan untuk memenuhi kebutuhan klien di sektor infrastruktur. Perusahaan juga memperkuat standar sosial dan lingkungan agar sesuai dengan praktik internasional.

"Hal ini mencakup peningkatan standar sosial dan lingkungan yang membantu klien memenuhi tolok ukur internasional dengan tetap mempertimbangkan praktik lokal, variasi produk yang lebih beragam, suku bunga yang kompetitif, serta kemampuan menyediakan pendanaan jangka panjang yang sesuai dengan durasi proyek," ungkapnya.

3. IIF fokus pada pembiayaan infrastruktur dan layanan konsultasi

IIF Kucurkan Rp485,5 Miliar untuk Pengembangan RS Jantung di Bogor
Kantor pusat PT Indonesia Infrastructure Finance (IIF). (dok. IIF)

Menurutnya. sebagai bagian dari kontribusi pada pembangunan infrastruktur berkelanjutan, IIF telah mendukung pengembangan fasilitas layanan kesehatan dengan total kapasitas mencapai 1.051 tempat tidur yang melayani ratusan ribu pasien setiap tahun.

Melalui pembiayaan ini, IIF berharap dapat terus mendorong pemerataan akses layanan kesehatan berkualitas di berbagai wilayah Indonesia, sejalan dengan upaya pemerintah memperkuat sistem kesehatan nasional.

IIF merupakan lembaga keuangan swasta non-bank yang berfokus pada pembiayaan infrastruktur dan layanan konsultasi. Struktur kepemilikan IIF terdiri atas PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) (Persero), Asian Development Bank (ADB), International Finance Corporation (IFC), anggota Grup Bank Dunia, Deutsche Investitions- und Entwicklungsgesellschaft (DEG) milik KfW, serta Sumitomo Mitsui Banking Corporation (SMBC) dari Jepang.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Jujuk Ernawati
EditorJujuk Ernawati
Follow Us

Latest in Business

See More