Lapor Prabowo, Bahlil Jamin Stok BBM Aman

- Bahlil Lahadalia melaporkan kepada Presiden Prabowo bahwa stok BBM nasional berada di atas batas minimum dan kondisi pasokan tetap aman.
- Pemerintah memastikan kerja sama pasokan minyak mentah dengan sejumlah negara berjalan lancar hingga akhir 2026 tanpa gangguan ketersediaan BBM.
- BPH Migas mengimbau masyarakat tidak membeli BBM berlebihan karena distribusi dan stok bahan bakar, termasuk subsidi, masih mencukupi di seluruh SPBU.
Jakarta, IDN Times - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan kondisi stok bahan bakar minyak (BBM) nasional masih berada di atas batas minimum yang ditetapkan pemerintah. Laporan tersebut disampaikan kepada Presiden Prabowo Subianto usai rapat kabinet paripurna pada Senin (20/7/2026).
"Setelah saya melakukan rapat paripurna kabinet yang dipimpin oleh Bapak Presiden, kami melanjutkan pertemuan dengan Bapak Presiden. Saya melapor tentang kondisi BBM kita terkini, dan Alhamdulillah semuanya di atas rata-rata standar minimum," kata Bahlil.
1. Kerja sama pasokan minyak mentah dipastikan aman

Bahlil melaporkan perkembangan kerja sama dengan sejumlah negara terkait pasokan minyak mentah (crude oil). Pasokan untuk kebutuhan dalam negeri dipastikan aman hingga akhir 2026 sehingga tidak ada kendala yang mengganggu ketersediaan BBM.
"Saya juga melaporkan tentang kerja sama kita dengan beberapa negara terkait dengan crude BBM, alhamdulillah kita juga clear sampai dengan insyaallah akhir tahun enggak ada masalah," paparnya.
2. Pemerintah pastikan harga BBM subsidi tidak naik

Mantan Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) itu juga menegaskan pemerintah tidak berencana menaikkan harga BBM bersubsidi. Pemerintah tetap menjaga keterjangkauan harga energi bagi masyarakat.
"Sudah barang tentu kita juga memastikan bahwa kenaikan terhadap BBM subsidi insyaallah enggak ada kenaikan sama sekali," ujar Bahlil.
3. BPH Migas minta masyarakat tidak membeli BBM berlebihan

Sementara itu, Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) mengimbau masyarakat tidak melakukan pembelian BBM secara berlebihan di tengah antrean yang terjadi di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).
Kepala BPH Migas Wahyudi Anas mengatakan pihaknya bersama Pertamina Patra Niaga terus menormalkan distribusi BBM ke seluruh SPBU. Dia memastikan pasokan BBM masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
"Perlu kami sampaikan bahwasanya untuk penyaluran BBM bersubsidi dan kompensasi negara, baik itu Biosolar, minyak tanah, sama Pertalite, masih sangat cukup aman untuk melayani seluruh masyarakat," katanya dalam konferensi pers di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (16/7/2026).





















