Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

IFG Life Ingatkan Sandwich Generation Wajib Bangun Fondasi Finansial

IFG Life Ingatkan Sandwich Generation Wajib Bangun Fondasi Finansial
PT Asuransi Jiwa IFG (IFG Life) menilai masyarakat perlu semakin memperhatikan perencanaan dan perlindungan finansial jangka panjang. (Dok/Istimewa).
Intinya Sih
  • IFG Life menyoroti tantangan sandwich generation yang harus menopang lebih dari satu generasi dengan satu sumber penghasilan, sehingga risiko kehilangan pendapatan berdampak luas pada keluarga.
  • Data BPS menunjukkan 82,96 persen rumah tangga lansia masih bergantung pada anggota keluarga yang bekerja, sementara biaya pendidikan dan kesehatan terus meningkat seiring perubahan demografi.
  • Gatot Haryadi menekankan pentingnya membangun fondasi finansial sejak usia produktif melalui dana darurat, asuransi jiwa dan kesehatan, serta investasi untuk menjaga stabilitas ekonomi keluarga.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Corporate Secretary IFG Life Gatot Haryadi mengatakan, tantangan terbesar yang dihadapi sandwich generation adalah besarnya tanggung jawab yang bertumpu pada satu sumber penghasilan.

"Menjadi bagian dari sandwich generation berarti satu penghasilan sering kali menjadi penopang bagi lebih dari satu generasi. Ketika pencari nafkah mengalami risiko kesehatan, kehilangan kemampuan bekerja, atau meninggal dunia, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh dirinya, tetapi juga dapat memengaruhi pendidikan anak, kesejahteraan orang tua, hingga stabilitas ekonomi seluruh keluarga," ujar Gatot dalam keterangan resmi, Selasa (21/7/2026).

1. Rumah tangga lansia masih bergantung pada anggota keluarga yang bekerja

ilustrasi keluarga besar (unsplash.com/Rajiv Perera)
ilustrasi keluarga besar (unsplash.com/Rajiv Perera)

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat 82,96 persen rumah tangga lansia masih memenuhi kebutuhan hidupnya dari penghasilan anggota keluarga yang bekerja. Kondisi ini menunjukkan besarnya peran kelompok usia produktif dalam menopang ekonomi keluarga seiring Indonesia memasuki fase ageing population.

Di sisi lain, beban pengeluaran rumah tangga terus meningkat. BPS mencatat rata-rata biaya pendidikan di perguruan tinggi mencapai sekitar Rp19,01 juta per tahun ajaran. Sementara itu, proporsi pengeluaran kesehatan terhadap total pengeluaran rumah tangga mencapai 2,54 persen pada 2025.

2. Perlu membangun fondasi finansial sejak usia produktif

Tangan seseorang sedang menulis rencana keuangan bertuliskan finance, funding, saving, dan benefit di atas meja kerja.
Ilustrasi perencanaan keuangan dan alokasi gaji (pribadi)

IFG Life menilai masyarakat yang masuk kategori sandwich generation perlu membangun fondasi finansial sejak usia produktif. Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga stabilitas ekonomi keluarga di tengah meningkatnya biaya pendidikan, kesehatan, dan kebutuhan hidup.

"Sebagai perusahaan asuransi jiwa dan kesehatan, IFG Life akan terus meningkatkan literasi keuangan dan menghadirkan solusi perlindungan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat di setiap tahap kehidupan," ujarnya.

3. Pentingnya punya dana darurat

Kamu memiliki dana darurat (Free image by freepik.com)
Kamu memiliki dana darurat (Free image by freepik.com)

Menurut Gatot, masyarakat perlu menyiapkan dana darurat, memiliki perlindungan jiwa dan kesehatan sesuai kebutuhan, serta melengkapi perencanaan jangka panjang melalui investasi dan dana pensiun. Kombinasi tersebut dapat membantu menjaga stabilitas keuangan keluarga sekaligus mempersiapkan kemandirian finansial di masa depan.

"Ketika masyarakat membangun fondasi finansial sejak usia produktif, mereka tidak hanya melindungi keluarga saat ini, tetapi juga mempersiapkan diri agar tetap mandiri secara finansial di masa depan. Dengan demikian, setiap generasi dapat saling mendukung tanpa mewariskan tekanan finansial yang berlebihan kepada generasi berikutnya," kata Gatot.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More