Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Inflasi 2025 di 2,92 Persen, BI Yakin Tetap Terkendali pada 2026

Inflasi 2025 di 2,92 Persen, BI Yakin Tetap Terkendali pada 2026
Ilustrasi Logo Bank Indonesia. bi.go.id
Intinya sih...
  • BI yakin inflasi tetap terkendali pada 2026 dan 2027
  • Gotong royong BI dan pemerintah jaga inflasi
  • Cabai hingga tarif transportasi kerek inflasi bulanan
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Bank Indonesia (BI) meyakini laju inflasi akan tetap terkendali dan berada dalam kisaran sasaran 2,5±1 persen pada 2026 dan 2027. Keyakinan tersebut seiring terjaganya inflasi sepanjang 2025.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) pada Desember 2025 tercatat sebesar 0,64 persen secara bulanan (month to month/mtm). Dengan capaian tersebut, inflasi IHK secara tahunan (year on year/yoy) sepanjang 2025 mencapai 2,92 persen dan masih berada dalam kisaran sasaran yang ditetapkan.

"Ke depan, Bank Indonesia meyakini inflasi akan tetap terkendali dalam kisaran sasaran 2,5±1 persen pada 2026 dan 2027," kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi (BI) Ramdan Denny Prakoso dalam keterangan resmi, Selasa (6/1/2026)

1. BI dan pemerintah gotong royong jaga inflasi

Inflasi 2025 di 2,92 Persen, BI Yakin Tetap Terkendali pada 2026
ilustrasi inflasi (IDN Times/Aditya Pratama)

Ramdan menyampaikan, terjaganya inflasi dalam kisaran sasaran tidak lepas dari konsistensi kebijakan moneter yang ditempuh BI, serta kuatnya sinergi pengendalian inflasi antara BI dan pemerintah pusat maupun daerah melalui Tim Pengendalian Inflasi Pusat dan Daerah (TPIP dan TPID).

Selain itu, penguatan implementasi Program Ketahanan Pangan Nasional juga disebut turut berperan dalam menjaga stabilitas harga, terutama di tengah berbagai tantangan pada sisi pasokan pangan.

"Inflasi yang tetap terjaga dalam kisaran sasarannya ini merupakan hasil dari konsistensi kebijakan moneter serta eratnya sinergi pengendalian inflasi antara Bank Indonesia dan pemerintah," ujar Ramdan.

2. Cabai hingga tarif transportasi kerek inflasi bulanan

Inflasi 2025 di 2,92 Persen, BI Yakin Tetap Terkendali pada 2026
ilustrasi inflasi (IDN Times/Arief Rahmat)

Secara bulanan, inflasi IHK Desember 2025 meningkat dibandingkan inflasi November 2025 yang sebesar 0,17 persen (mtm), terutama dipengaruhi oleh kelompok volatile food dan administered prices, sementara inflasi inti relatif stabil.

Inflasi inti pada Desember 2025 tercatat sebesar 0,20 persen (mtm), relatif stabil dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 0,17 persen (mtm). Komoditas yang memberi andil utama antara lain emas perhiasan dan minyak goreng.

Sementara itu, inflasi kelompok volatile food melonjak menjadi 2,74 persen (mtm) dari 0,02 persen (mtm) pada November 2025. Kenaikan ini terutama dipicu oleh harga cabai rawit, daging ayam ras, dan bawang merah, yang dipengaruhi gangguan cuaca, tingginya harga input produksi ternak.

"Serta peningkatan permintaan pada Hari Besar Keagamaan Nasional Natal dan Tahun Baru (HBKN Nataru)," ujarnya.

Inflasi administered prices tercatat sebesar 0,37 persen (mtm), meningkat dari 0,24 persen (mtm) pada bulan sebelumnya. Kenaikan tersebut terutama disumbang oleh harga bensin, tarif angkutan udara, dan tarif angkutan antarkota, seiring penyesuaian harga BBM nonsubsidi dan meningkatnya mobilitas masyarakat pada periode HBKN Nataru.

3. Inflasi tahunan tetap dalam sasaran

Inflasi 2025 di 2,92 Persen, BI Yakin Tetap Terkendali pada 2026
ilustrasi inflasi (IDN Times/Aditya Pratama)

Secara tahunan, Ramdan menyampaikan, inflasi IHK 2025 tetap berada dalam kisaran sasaran berkat terjaganya seluruh komponen inflasi. Inflasi inti tercatat rendah sebesar 2,38 persen (yoy).

Hal itu didukung konsistensi kebijakan suku bunga dalam menjangkar ekspektasi inflasi, kapasitas ekonomi yang masih besar, serta imported inflation yang terkendali sejalan dengan kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah oleh BI dan dampak positif digitalisasi.

Inflasi volatile food secara tahunan tercatat sebesar 6,21 persen (yoy) dan dinilai relatif terkendali berkat upaya menjaga ketersediaan pasokan pangan, sinergi BI dengan TPIP–TPID, serta penguatan Program Ketahanan Pangan Nasional di berbagai daerah.

"Sementara itu, inflasi kelompok administered prices tercatat sebesar 1,93 persen (yoy), sejalan dengan terbatasnya kebijakan penyesuaian harga yang diatur oleh pemerintah," kata dia.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Jujuk Ernawati
EditorJujuk Ernawati
Follow Us

Latest in Business

See More

Tabungan Berbunga Tinggi: Ini Plus Minus High-Yield Savings Account

07 Jan 2026, 22:40 WIBBusiness