Jakarta, IDN Times - Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) akan memulai proyek hilirisasi pertamanya pada Januari 2026. Proyek awal yang akan masuk tahap peletakan batu pertama (groundbreaking) adalah pengembangan smelter aluminium berbasis alumina.
CEO BPI Danantara Rosan Perkasa Roeslani menyampaikan proyek smelter tersebut berlokasi di Mempawah, Kalimantan Barat, dengan nilai investasi mencapai 2,4 miliar dolar AS.
"Yang groundbreaking pertama ya ini yang akhir Januari. Pengembangan smelter aluminium dari alumina," kata Rosan kepada jurnalis di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (8/1/2026).
Selain itu, Danantara juga menggarap fasilitas Smelter Grade Alumina (SGA) yang memproses bauksit menjadi alumina, dengan nilai investasi sekitar 891 juta dolar AS. Alumina sendiri merupakan bahan baku utama untuk memproduksi aluminium.
