Perusahaan Logistik Bidik Segmen Pengiriman Bermuatan Jumbo

- DHL Express memperluas layanan Heavy Weight Express (HWX) untuk pengiriman udara ekspres hingga 3.000 kilogram, menargetkan pasar logistik Indonesia yang diproyeksikan tumbuh signifikan pada 2026.
- Peningkatan ekspor nonmigas dan manufaktur mendorong kebutuhan distribusi lintas negara, dengan DHL menyiapkan Heavy Weight Priority Desks guna memastikan pemantauan dan intervensi operasional real time.
- Kebutuhan pengiriman sensitif waktu meningkat di sektor industri Indonesia, membuat layanan heavyweight berbasis sistem terintegrasi menjadi solusi penting menjaga kelancaran operasional dan daya saing global.
Jakarta, IDN Times - Kontribusi sektor manufaktur Indonesia yang mencapai sekitar 18-19 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) membuat keandalan rantai pasok dan sistem logistik menjadi faktor penting dalam menjaga operasional industri dan daya saing ekspor.
Senior Technical Advisor DHL Express Indonesia Ahmad Mohamad mengatakan posisi Indonesia dalam jaringan distribusi global terus berkembang seiring pertumbuhan manufaktur, peningkatan ekspor, dan pembangunan infrastruktur.
"Seiring bisnis yang semakin berkembang dan terintegrasi secara global, kebutuhan akan solusi logistik yang menghadirkan kecepatan, keandalan, dan kepastian menjadi semakin penting," kata Ahmad dalam keterangan tertulis, Kamis (4/6/2026).
1. Perusahaan logistik mulai bidik segmen pengiriman heavyweight

Pertumbuhan industri dan perdagangan global mendorong perusahaan logistik memperluas kapasitas layanan, termasuk pada segmen pengiriman heavyweight yang membutuhkan kepastian waktu dan kapasitas besar. Dalam strategi ekspansi tersebut, DHL Express memperluas portofolio bisnis Time Definite International melalui penguatan layanan Heavy Weight Express (HWX). Ini adalah layanan untuk pengiriman udara ekspres dengan kapasitas hingga 1.000 kilogram per koli dan maksimal 3.000 kilogram per pengiriman.
Langkah itu dilakukan ketika pasar freight dan logistik Indonesia diproyeksikan mencapai sekitar 139 miliar dolar Amerika Serikat pada 2026, seiring meningkatnya aktivitas perdagangan lintas negara dan ekspansi industri nasional. Melalui pengembangan segmen ini, DHL memperluas kemampuan penanganan pengiriman heavyweight di jaringan global yang mencakup lebih dari 220 negara dan wilayah dengan dukungan jaringan udara dan darat terintegrasi.
Layanan heavyweight tersebut dikembangkan dengan sistem pengiriman berbasis waktu, pemantauan menyeluruh, dan skema harga all-in untuk mengurangi ketidakpastian biaya yang umum terjadi pada pengiriman freight.
2. Kenaikan ekspor dorong kebutuhan distribusi lintas negara

Kebutuhan terhadap sistem distribusi lintas negara semakin meningkat seiring pertumbuhan aktivitas ekspor Indonesia. Pada awal 2025, ekspor nonmigas tumbuh 7,68 persen secara tahunan, sementara ekspor manufaktur meningkat lebih dari 16 persen. Peningkatan tersebut mencerminkan semakin kuatnya integrasi industri Indonesia dengan jaringan distribusi global, terutama bagi sektor yang bergantung pada kelancaran arus barang antarnegara.
Untuk mendukung pengiriman heavyweight, DHL menyiapkan Heavy Weight Priority Desks di sejumlah negara yang bertugas melakukan pemantauan proaktif, mendeteksi potensi kendala, hingga melakukan intervensi operasional secara real time. Pendekatan tersebut diterapkan untuk pengiriman yang membutuhkan penanganan khusus, termasuk barang bernilai tinggi, sensitif terhadap guncangan, atau memiliki tenggat waktu ketat.
Segmen heavyweight juga menyasar industri yang memiliki kebutuhan distribusi kompleks seperti teknologi, manufaktur otomotif, engineering, mesin, farmasi, life sciences, hingga minyak dan gas.
3. Kebutuhan pengiriman sensitif waktu disebut makin meningkat

Ahmad menjelaskan ekspansi pada segmen heavyweight dilakukan untuk menjawab kebutuhan industri yang memerlukan kapasitas pengiriman besar dengan kepastian waktu yang lebih tinggi. Menurut dia, kebutuhan tersebut semakin relevan bagi sektor industri di Indonesia yang bergantung pada pengiriman sensitif waktu untuk menjaga kelangsungan operasional dan memenuhi permintaan pasar internasional.
Dalam operasionalnya, pengiriman dilakukan melalui sistem terintegrasi mulai dari penjemputan, transportasi udara, proses kepabeanan, hingga pengantaran akhir.
"Layanan ini dinilai semakin relevan bagi industri di Indonesia yang bergantung pada pengiriman sensitif waktu untuk menjaga kelangsungan operasional dan memenuhi permintaan internasional," ujarnya.
Di tengah dinamika perdagangan global dan tantangan kapasitas logistik internasional, penguatan layanan pada segmen heavyweight menjadi bagian dari penyesuaian pelaku industri logistik terhadap perubahan kebutuhan distribusi global.
















