Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Rupiah Masih Babak Belur Lampaui Rp18 Ribu di Penutupan

Rupiah Masih Babak Belur Lampaui Rp18 Ribu di Penutupan
ilustrasi rupiah melemah (IDN TImes/Aditya Pratama)
Intinya Sih
  • Rupiah ditutup melemah 82 poin ke Rp18.049 per dolar AS pada Kamis, 4 Juni 2026, menurut data Bloomberg.
  • Data JISDOR BI menunjukkan kurs rupiah di Rp18.039 per dolar AS, lebih tinggi dari posisi sehari sebelumnya di Rp17.931.
  • Pelemahan rupiah dipicu sentimen negatif global dan domestik, dengan prediksi tetap bergerak di kisaran Rp18.050–Rp18.120 pada perdagangan berikutnya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Jakarta, IDN Times - Nilai tukar atau kurs rupiah melemah atas mata uang dolar Amerika Serikat (AS) pada penutupan perdagangan Kamis, (4/6/2026).

Mengutip Bloomberg, kurs rupiah ditutup melemah 82 poin atau 0,46 persen ke Rp18.049 per dolar AS sore ini. Pagi tadi, kurs rupiah melemah 37 poin ke Rp18.003,5 per dolar AS.

1. Nilai tukar rupiah berdasarkan kurs tengah BI

Sementara itu, berdasarkan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia (BI), nilai tukar rupiah menyentuh Rp18.039 per dolar AS.

Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan kurs rupiah kemarin, Rabu (3/6/2026) yang ada di level Rp17.931 per dolar AS. Data JISDOR BI menunjukkan rupiah mengalami pelemahan pada sore ini dibandingkan dengan sehari sebelumnya.

2. Sentimen negatif selimuti rupiah

Analis pasar keuangan, Ibrahim Assuaibi mengatakan pelemahan rupiah didorong sentimen negatif pelaku pasar terhadap mata uang negara berkembang, termasuk rupiah. Ketidakpastian akibat eskalasi perang di Timur Tengah memicu investor untuk tetap berhati-hati.

“Washington mengumumkan kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Lebanon pada Rabu malam, meskipun kesepakatan tersebut bergantung pada penghentian permusuhan oleh Hizbullah,” kata Ibrahim dalam keterangan resmi.

Dari sisi domestik, kekhawatiran pelaku pasar meningkat setelah harga minyak mentah yang tinggi memicu risiko defisit fiskal mendekati 3 persen.

“Dan keseimbangan eksternal, membuat kekhawatiran akan adanya intervensi negara yang lebih besar dalam komoditas, dan kegelisahan atas kemungkinan reklasifikasi MSCI terhadao pasar modal yang sampai saat ini masih belum ada keputusan pasti,” ucap Ibrahim.

3. Rupiah diprediksi masih bergerak di Rp18 ribu besok

Atas faktor-faktor tersebut, rupiah diprediksi masih melemah terhadap dolar AS untuk perdagangan besok, Jumat (5/6/2026).

“Untuk perdagangan besok, mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup melemah di rentang Rp18.050-18.120,” ujar Ibrahim.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Anata Siregar
EditorAnata Siregar

Related Articles

See More