Jakarta, IDN Times - Kehadiran PT Danantara Sumberdaya Indonesia (Persero) atau DSI menimbulkan gejolak pada harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di tingkat petani plasma.
Sejak BUMN ekspor yang akan mengelola ekspor minyak kelapa sawit atau crude palm oil (CPO), batu bara, dan paduan besi (ferrous) alloy itu didirikan, harga TBS kelapa sawit di tingkat petani terjun bebas hingga Rp2.300 per kilogram (kg). Sebelumnya harga sawit sempat mencapai Rp3.700 per kg.
“Semula harganya bagus, bisa mencapai Rp3.600 hingga Rp3.700/kg. Sekarang cuma dihargai Rp2.300-2.500. Kondisi kami diperberat dengan mahalnya harga pupuk. Pupuk yang naik jenis NPK yaitu Rp900 ribu per satu sak dari Rp700 ribu,” keluh Wahyudin, petani sawit di Langkat, dikutip Minggu, (31/5/2026).
