Jakarta, IDN Times - Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang memiliki masterplan kawasan seluas 4.300 hektare yang mencakup infrastruktur industri, digital, utilitas, serta konektivitas logistik.
Pengelola kawasan menyebut kesiapan investasi tidak hanya ditentukan oleh luas lahan, tetapi juga efisiensi investasi dan produksi. Dua hal tersebut dianggap menjadi parameter utama dalam menyiapkan kawasan bagi investor.
“Fokus kami bukan hanya pada luasan kawasan. Ada dua parameter utama kami dalam menyiapkan tempat untuk berinvestasi, yaitu efisiensi dari sisi investasi dan efisiensi dari sisi produksi," kata Direktur Pemasaran dan Pengembangan KEK Industropolis Batang, Angga Brahmana Sukma dalam keterangannya, Rabu (9/9/2026).
Pengembangan KEK Industropolis Batang menjadi bagian dari upaya Jawa Tengah memperkuat posisinya sebagai tujuan investasi. Hal tersebut dibahas dalam Forum Pemasaran Investasi Jawa Tengah 2026 yang berlangsung pada 8-9 September 2026 di Semarang.
Forum tersebut mempertemukan pemerintah, pelaku usaha, pengelola kawasan industri, dan calon investor. Pembahasannya mencakup peluang investasi di sektor advanced manufacturing, industri berorientasi ekspor, energi hijau, dan infrastruktur digital.
Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan kunjungan ke KEK Industropolis Batang pada 9 September 2026. Kunjungan tersebut ditujukan untuk melihat langsung kesiapan kawasan dan peluang investasi yang tersedia.
