Produk impor Kanada yang dilarang masuk ke AS, terdiri dari produk pertanian; produk motor; serta produk minuman beralkohol, seperti bir, anggur, sari apel, wiski, dan vodka. Trump juga melarang semua pelaku bisnis di Negeri Paman Sam untuk menjual semua produk tersebut.
Trump Larang 3 Produk Impor Kanada Masuk ke AS, Ini Daftarnya

- Donald Trump menandatangani perintah eksekutif yang melarang impor produk pertanian, kendaraan bermotor, dan minuman beralkohol Kanada ke AS, termasuk penjualan produk tersebut oleh pelaku bisnis domestik.
- Larangan mulai berlaku 29 September 2026 dan disebut pemerintah AS bertujuan melindungi produk lokal serta menjaga persaingan, setelah Kanada menaikkan tarif sejumlah barang AS.
- Kebijakan ini menjadi balasan timbal balik dalam perang dagang AS-Kanada; tarif baru Kanada senilai 27,6 miliar dolar AS menyusul kenaikan tarif AS hingga 50 persen.
Jakarta, IDN Times - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, resmi melarang tiga produk impor dari Kanada untuk masuk ke negaranya. Kebijakan itu tertuang dalam perintah eksekutif yang sudah ditandatangani oleh Trump pada Selasa (8/9/2026).
"Produk-produk Kanada berikut ini dilarang diimpor ke Amerika Serikat," kata Trump dilansir CBC.
Table of Content
1. Kebijakan akan mulai berlaku pada 29 September 2026

ilustrasi produk impor minuman beralkohol (pexels.com/DUONG QUÁCH) Pemerintah AS menjelaskan, kebijakan larangan impor produk Kanada akan mulai berlaku efektif pada 29 September 2026. Larangan ini ditetapkan untuk mencegah produk asing mendominasi pasar AS sebab Trump ingin pasar di negaranya didominasi oleh produk lokal dari Negeri Paman Sam.
"Presiden Trump melakukan ini untuk memastikan, sekali lagi bahwa kita menjaga persaingan yang adil, mencegah pembalasan, dan tentu saja melindungi produk Amerika," kata seorang pejabat senior AS yang berbicara dengan syarat anonim kepada wartawan dalam sebuah panggilan telepon, dikutip DW.
2. Larangan produk impor merupakan balasan dari Trump untuk Kanada

potret Perdana Menteri Kanada, Mark Carney (flickr.com/World Economic Forum via commons.wikimedia.org/World Economic Forum) Kebijakan larangan produk impor tadi merupakan balasan dari Trump untuk Kanada. Sebab, pada hari yang sama saat kebijakan itu dikeluarkan, Kanada juga mengeluarkan kebijakan peningkatan tarif impor untuk sejumlah produk dari AS. Beberapa di antaranya, seperti produk susu, krim, baja, aluminium, kertas, dan peralatan olahraga.
Kanada menyebut larangan tadi sebagai kebijakan 'Dollar for Dollar'. Artinya, jika AS menerapkan peningkatan tarif terhadap barang impor dari Kanada, maka Ottawa juga akan memberlakukan peningkatan tarif barang impor dari Washington. Peningkatan tarif impor yang baru ditetapkan Kanada ke AS tadi bernilai 27,6 miliar dolar AS atau Rp484,2 triliun.
3. Perang dagang AS dan Kanada makin panas

potret bendera Amerika Serikat (kiri) dan bendera Kanada (kanan) (pexels.com/Brian Forsyth) Perdana Menteri Kanada, Mark Carney mengatakan, kebijakan peningkatan tarif tadi merupakan balasan untuk AS karena beberapa waktu lalu, Trump juga meningkatkan tarif impor untuk sejumlah barang impor dari Kanada menjadi 50 persen.
“Empat puluh tahun terakhir merupakan periode integrasi ekonomi yang lebih dalam dengan Amerika Serikat. Sejujurnya, itu adalah bisnis yang mudah, tetapi itu berarti kita terlalu bergantung pada satu mitra ekonomi. Jelas bahwa masa itu telah berakhir. Inilah mengapa rencana kami, sejak saya menjabat adalah pembangunan dan diversifikasi. Bukan penyangkalan, menunggu untuk kembali ke masa lalu yang indah dan bukan ketergantungan yang berkelanjutan,” tutur Carney, dilansir The Hill.
Kebijakan tarif yang dikeluarkan AS dan Kanada ini menunjukkan bahwa perang dagang di antara kedua negara kini semakin panas. Perang dagang antara Washington dan Ottawa ini sebetulnya sudah dimulai sejak Trump kembali menjabat sebagai presiden pada Januari 2025 lalu. Sejak saat itu, hubungan kedua negara menjadi renggang dan dipenuhi intrik.




















