Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kabinet Kerja di Tanggal Merah, Prabowo: Tidak Sanggup Boleh Minggir
Presiden Prabowo Subianto dalam Peluncuran Program PLTS 100 Gigawatt peak (GWp) yang diselenggarakan di Kabupaten Jembrana, Bali, Selasa (25/8/2026). (YouTube/Sekretariat Presiden)
  • Presiden Prabowo meminta Kabinet Merah Putih tetap bekerja saat hari libur demi rakyat, serta mempersilakan anggota yang tidak sanggup untuk mundur.
  • Prabowo meluncurkan program PLTS 100 GWp nasional sebagai bagian prioritas kemandirian energi dan air, dengan target penyelesaian pada 2029.
  • Pada 2026, pemerintah menargetkan pembangunan 30 GWp PLTS dan penghentian 13 GW PLTD; kapasitas surya terpasang hingga April baru 1,5 GWp.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Presiden Prabowo Subianto meminta jajaran Kabinet Merah Putih tetap bekerja untuk rakyat meski hari libur. Dia mengatakan, anggota kabinet harus siap dengan konsekuensi dari tugas pengabdian, termasuk minimnya waktu libur.

Hal itu disampaikan Prabowo dalam Peluncuran Program PLTS 100 Gigawatt peak (GWp) yang diselenggarakan di Kabupaten Jembrana, Bali, Selasa (25/8/2026).

"Terima kasih saudara semua unsur selamat bekerja. Hari ini hari penting walaupun libur, kita berjuang untuk rakyat kita," kata Prabowo dalam siaran langsung di YouTube Sekretariat Presiden.

Prabowo menyebut anggota kabinet yang tidak sanggup menjalankan tugas tersebut dipersilakan mundur. Menurutnya, banyak pihak yang ingin menggantikan mereka.

"Memang di Kabinet Merah Putih mungkin hampir tidak ada tanggal merah dan itu risiko, risiko pengabdian ya. Yang tidak sanggup boleh minggir. Banyak yang ingin menggantikan saudara," tegasnya.

Pada kesempatan yang sama, Prabowo meluncurkan program pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas 100 gigawatt peak (GWp) di seluruh Indonesia. Program PLTS 100 GW merupakan bagian dari Program Kerja Prioritas Nasional Klaster Kemandirian Energi dan Air.

Pemerintah menargetkan pembangunan PLTS 100 GW selesai pada 2029 untuk memperkuat ketahanan energi dan mengurangi ketergantungan pada energi fosil.

Pada 2026, pemerintah menargetkan pembangunan 30 GWp PLTS sekaligus penghentian 13 GW pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD). Indonesia memiliki potensi energi surya sekitar 3.294 GWp, sedangkan kapasitas PLTS yang terpasang hingga April 2026 baru sekitar 1,5 GWp.

Pembangunan PLTS 100 GWp dilakukan bertahap. Tahap pertama sebesar 17 GWp, tahap kedua 18 GWp, dan tahap ketiga 30 GWp.

Curated For You

Editorial Team

Related Article