KAI Angkut 128 Juta Pelanggan pada Kuartal I-2026

- KAI Group mencatat 128,05 juta pelanggan pada kuartal I-2026, naik 9,97 persen dibanding tahun sebelumnya, menunjukkan peningkatan minat masyarakat terhadap layanan perkeretaapian nasional.
- Momentum Lebaran dan aktivitas harian mendorong lonjakan penumpang KA Jarak Jauh serta KAI Commuter yang melayani lebih dari 101 juta pelanggan dengan kenaikan signifikan dibanding periode sama tahun lalu.
- LRT Jabodebek, LRT Sumsel, layanan bandara, hingga kereta cepat Whoosh semuanya mengalami pertumbuhan pengguna, menandakan konektivitas transportasi publik KAI makin luas dan terintegrasi di berbagai wilayah.
Jakarta, IDN Times - KAI Group mengangkut 128.055.072 pelanggan pada kuartal I-2026. Jumlah ini meningkat 9,97 persen dibanding periode yang sama 2025 sebanyak 116.451.006 pelanggan.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan, angka ini menggambarkan minat masyarakat yang terus tumbuh terhadap layanan perkeretaapian.
"Kereta api semakin memikat masyarakat karena mampu menjawab kebutuhan perjalanan yang beragam. Dari aktivitas harian hingga perjalanan antarkota, semuanya terhubung dalam satu sistem layanan yang kini semakin terintegrasi," kata dia dalam keterangan tertulis, dikutip Minggu (12/4/2026).
1. Momentum Lebaran pendorong meningkatnya pelanggan

Layanan KA Jarak Jauh dan Lokal yang dikelola KAI misalnya, mengangkut 14.515.350 pelanggan. Jumlah ini melonjak 18,4 persen disbanding kuartal I-2025 sebanyak 12.261.632 pelanggan.
Anne menjelaskan, momentum seperti Lebaran menjadi salah satu pendorong utama, di mana masyarakat bergerak dari kota ke kota untuk pulang ke kampung halaman. Suasana yang sama kembali akan terlihat pada libur panjang dan akhir tahun.
Di sisi lain, aktivitas harian masyarakat terus berjalan. KAI Commuter melayani 101.382.889 pelanggan, meningkat 8,11 persen dibanding 93.773.976 pelanggan pada periode yang sama 2025.
"Setiap hari, jutaan masyarakat di berbagai kota mengandalkan Commuter Line untuk berpindah dari rumah ke tempat kerja, sekolah dan kembali lagi," ujar Anne.
2. LRT Jabodebek angkut 7,75 juta pelanggan

Sementtara itu, LRT Jabodebek mengangkut 7.754.946 pelanggan, meningkat 22,10 persen dibanding 6.351.283 pelanggan pada kuartal I-2025. Pertumbuhan ini mencerminkan kawasan penyangga Jakarta yang semakin aktif, dengan kebutuhan transportasi yang cepat, murah dan terintegrasi.
Layanan yang dikelola KAI Bandara juga melayani 1.755.275 pelanggan, meningkat 8,48 persen dibanding 1.618.119 pelanggan pada tahun sebelumnya.
"Di Medan, KA Srilelawangsa menghubungkan masyarakat dengan Bandara Kualanamu. Di Yogyakarta, KA Bandara YIA membawa penumpang menuju kawasan wisata dan pusat aktivitas," ucap Anne.
LRT Sumsel juga melayani 1.084.242 pelanggan, meningkat 7,38 persen dibanding 1.009.737 pelanggan pada kuartal I-2025. Layanan ini menghubungkan Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II dengan kawasan Jakabaring.
3. Whoosh angkut 1,4 juta pelanggan

Adapun kereta cepat Whoosh mengangkut 1.408.815 pelanggan, meningkat 4,07 persen dibanding 1.353.760 pelanggan pada periode yang sama tahun sebelumnya.
"Perjalanan Jakarta–Bandung kini terasa lebih singkat dan efisien dengan hadirnya kereta cepat pertama di Asia Tenggara ini," ucap Anne.
KA Makassar–Parepare melayani 75.421 pelanggan, meningkat 66,45 persen dibanding 45.312 pelanggan pada kuartal I-2025. Sedangkan KAI Wisata melayani 78.134 pelanggan, meningkat pesat sebesar 110,10 persen dibanding 37.187 pelanggan pada tahun sebelumnya.


















