Jumlah kelas menengah Indonesia dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan tren penurunan. Data yang diolah dari Susenas BPS menunjukkan jumlah kelas menengah turun menjadi sekitar 46,7 juta orang pada 2025, dari 57,3 juta pada 2019. Di saat yang sama, kelompok aspiring middle class atau masyarakat yang sedang menuju kelas menengah justru semakin besar.
Kondisi tersebut bukan berarti masyarakat berhenti berbelanja. Konsumen justru semakin selektif dalam menentukan barang dan jasa yang dianggap layak dibeli, terutama ketika pendapatan harus berhadapan dengan biaya hidup yang terus berjalan. Pola ini membuat sejumlah sektor bisnis memiliki peluang karena menawarkan harga terjangkau, manfaat jelas, atau solusi yang dianggap lebih bernilai.
