Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kemenko Infrastruktur: Investasi TOD Bekasi Harus Berdampak ke Warga
Groundbreaking TOD Summarecon Stasiun Bekasi Ekstensi. (IDN Times/Imam Faishal)

Bekasi, IDN Times - Transit Oriented Development (TOD) bernama Summarecon Stasiun Bekasi Ekstensi di kawasan Flyover Summarecon, Jalan Ir. H. Juanda, Kecamatan Medan Satria, Kota Bekasi, mulai dibangun sejak Jumat (24/7/2026). Nantinya, TOD pertama di Kota Bekasi ini akan mengintegrasikan berbagai moda transportasi, mulai dari KRL, LRT, hingga bus dalam satu kawasan.

Staf Khusus Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Bidang Hukum dan Regulasi, Sigit Raditya meminta agar TOD harus menghadirkan ruang yang aman dan nyaman bagi seluruh pengguna transportasi, mulai dari pejalan kaki, pesepeda, hingga masyarakat yang berpindah antarmoda.

"TOD yang berhasil adalah TOD yang membuat masyarakat merasa lebih mudah bergerak. Ketika pejalan kaki merasa aman, pesepeda memiliki ruang yang layak, perpindahan antarmoda berlangsung nyaman, dan transportasi publik semakin mudah diakses, saat itulah infrastruktur benar-benar hadir untuk melayani masyarakat," katanya, Sabtu (25/7/2026).

1. TOD harus berdampak bagi masyarakat

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). (IDN Times/Imam Faishal)

Sigit juga menyampaikan, pembangunan TOD juga harus didukung oleh regulasi yang memberikan kepastian, sehingga investasi dapat tumbuh, lapangan kerja tercipta, dan manfaat pembangunan benar-benar dirasakan masyarakat.

Selain itu, kepastian regulasi juga menjadi faktor penting agar pembangunan kawasan berbasis transit dapat berjalan berkelanjutan sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat.

"Regulasi harus memastikan pembangunan tidak hanya menghadirkan kepastian bagi investasi, tetapi juga membuka peluang yang lebih luas bagi masyarakat untuk bekerja, berusaha, dan meningkatkan kesejahteraannya," jelas dia.

2. Nilai investasi capai Rp80 miliar

Presiden Direktur PT Summarecon Agung Tbk, Adrianto P. Adhi. (IDN Times/Imam Faishal)

TOD tersebut dibangun oleh PT Summarecon Agung Tbk dengan nilai investasi sekitar Rp80 miliar. Presiden Direktur PT Summarecon Agung Tbk, Adrianto P Adhi mengatakan, pembangunan stasiun ekstensi tersebut ditargetkan rampung dalam waktu 18 bulan atau pada Desember 2027.

"Ya, stasiun ekstensi ini kami akan bangun dalam waktu 18 bulan, dan kami akan menempatkan sebuah investment sekitar Rp80 miliar," jelas Adrianto, Jumat (24/7/2026).

Nantinya, kawasan TOD mengintegrasikan berbagai moda transportasi, mulai dari KRL Commuter Line, LRT Jabodebek, hingga bus dalam satu kawasan.

Menurut Adrianto, proyek tersebut dibangun di atas lahan seluas 7.038 meter persegi dengan luas bangunan mencapai 6.733 meter persegi. Bangunan akan terdiri dari tiga lantai yang dilengkapi koridor penghubung dan sky bridge.

3. Pemkot Bekasi sebut TOD permudah mobilitas warga

Wakil Wali Kota Bekasi, Abdul Harris Bobihoe. (IDN Times/Imam Faishal)

Sementara, Wakil Wali Kota Bekasi, Abdul Harris Bobihoe menyambut baik pembangunan TOD pertama di Kota Bekasi. Menurutnya, kawasan tersebut akan memudahkan masyarakat berpindah antarmoda transportasi dalam satu lokasi.

"Ya, ini yang pertama. Bahkan saya melihat ini bisa menjadi proyek percontohan karena terintegrasi dengan berbagai moda transportasi, mulai dari LRT, kereta api, hingga bus," katanya.

Ia mengatakan masyarakat yang turun dari kereta nantinya dapat langsung terhubung dengan moda transportasi lain sehingga perjalanan menjadi lebih efisien.

"Ini menjadi sarana yang menghubungkan beragam moda transportasi, sehingga mempermudah masyarakat yang turun dari kereta bisa langsung terhubung dengan transportasi lainnya," ujarnya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article