Jakarta, IDN Times - Kenaikan harga minyak mentah dunia bisa menjadi dampak paling memukul ekonomi Indonesia imbas serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel ke Iran. Sekretaris Kemenko bidang Perekonominan (Sesmenko), Susiwijono Moegiarso pun menyoroti secara serius kemungkinan terjadinya hal tersebut.
Menurut pria yang karib disapa Susi tersebut, hal paling berpengaruh imbas serangan AS-Israel ke Iran adalah gangguan rantai pasok global, terlebih Iran mengancam akan benar-benar menutup Selat Hormuz. Jika itu terjadi maka kenaikan harga minyak tidak bisa dihindari lagi dan akan berdampak langsung ke Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
"Harga minyak ini sensitivitasnya ke anggaran kita cukup tinggi karena APBN kita setiap kenaikan 1 dolar AS ICP, itu dari sisi belanja kita harus nambah Rp10,3 triliun. Rp10,3 triliun belanjanya karena ada subsidi, kompensasi energi," ujar Susi dalam UOB Media Editors Circle 2026 di Jakarta, Senin (2/3/2026).
