Ada sebuah bisnis yang memiliki banyak pelanggan. Pesanan terus masuk, bahkan omzetnya pun terlihat besar. Sekilas, bisnis seperti ini seharusnya baik-baik saja.
Namun, bisnis yang ramai ternyata belum tentu sehat secara finansial, lho. Ada perusahaan yang penjualannya meningkat, pelanggan bertambah, dan bisnis terus berkembang, tetapi justru kesulitan membayar gaji karyawan, pemasok, sewa, hingga kewajiban lainnya.
Dalam bisnis, pendapatan, laba, dan arus kas merupakan hal yang berbeda. Bahkan, perusahaan yang menguntungkan sekalipun dapat mengalami masalah likuiditas ketika pertumbuhan bisnis terlalu cepat atau uang terlalu lama tertahan dalam operasional.
Lantas, apa saja penyebab bisnis yang ramai tapi tetap bangkrut?
