ilustrasi bendera Amerika Serikat (pexels.com/Kaboompics)
Kenaikan suku bunga juga perlu dilihat bersama kondisi ekonomi Amerika Serikat secara keseluruhan. The Fed menaikkan suku bunga ketika aktivitas ekonomi masih menunjukkan kekuatan, sehingga keputusan tersebut tidak secara otomatis menunjukkan bahwa perusahaan sedang menghadapi perlambatan tajam. Kondisi ekonomi yang tetap kuat dapat membantu menjaga pendapatan perusahaan dan membuat investor masih memiliki alasan untuk membeli saham.
Selain itu, penurunan harga minyak pada waktu yang sama ikut membantu meredakan kekhawatiran mengenai inflasi. Ketika tekanan dari harga energi mulai berkurang, sentimen investor dapat membaik meskipun The Fed masih menjalankan kebijakan moneter yang ketat. Karena itu, kenaikan saham teknologi pada 17 September terjadi akibat beberapa faktor yang bergerak bersamaan, bukan karena kenaikan suku bunga dianggap tidak penting bagi pasar.
Kenaikan suku bunga memang dapat memberikan tekanan kepada saham teknologi, tetapi pengaruhnya tidak selalu langsung terlihat pada harga saham. Investor juga mempertimbangkan apakah kenaikan bunga sudah diperkirakan, bagaimana pergerakan yield obligasi, serta seberapa kuat prospek bisnis perusahaan. Karena itu, saham teknologi tetap dapat naik ketika faktor pendukung lainnya lebih kuat daripada tekanan yang muncul dari kenaikan suku bunga.