Dalam dunia bisnis, strategi marketing yang agresif sering digunakan untuk meningkatkan penjualan dalam waktu singkat. Mulai dari promosi besar-besaran, iklan yang terus muncul, hingga penawaran dengan batas waktu tertentu. Cara ini memang bisa menarik perhatian konsumen dan mendorong mereka untuk segera membeli produk.
Namun, strategi marketing yang terlalu agresif juga memiliki risiko bagi bisnis. Konsumen bisa merasa terganggu, tertekan, bahkan kehilangan kepercayaan terhadap sebuah merek. Lalu, kenapa strategi pemasaran yang awalnya bertujuan meningkatkan penjualan justru bisa memberikan dampak sebaliknya?