Mobilitas Masyarakat saat Libut Nataru Diprediksi Capai 120 Juta Orang

- Kemenhub memprediksi mobilitas libur Nataru 2026/2027 mencapai 120 juta orang, naik dari sekitar 94 juta pada 2024/2025 dan 110 juta pada 2025/2026.
- Peningkatan mobilitas dikaitkan dengan stimulus pemerintah berupa diskon transportasi kereta, kapal laut, penyeberangan, dan pesawat selama periode libur akhir tahun.
- Penjualan tiket diskon sudah dibuka bertahap sejak 26 Oktober 2026 untuk pesawat, 27 Oktober untuk Pelni, serta 7 November untuk KAI dan ASDP.
Jakarta, IDN Times - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memprediksi mobilitas masyarakat saat libur akhir tahun, Natal 2026 dan Tahun Baru 2027 (Nataru 2026/2027) akan mencapai 120 juta orang.
"Data di Kementerian Perhubungan, pergerakan masyarakat di tahun 2024-2025 saat Nataru (Natal dan Tahun Baru) itu sekitar 94 juta lebih. Angka ini lalu naik di 2025-2026 menjadi 110 juta. Sekarang, prediksinya di 2026-2027, sekitar 120 juta," kata Wakil Menteri Perhubungan (Wamenhub) Suntana, dikutip dari ANTARA, Minggu (8/11/2026).
1. Mobilitas meningkat karena stimulus

PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI mencatat kinerja positif selama masa Angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). (dok. KAI) Suntana menuturkan, peningkatan mobilitas masyarakat di Nataru, salah satunya dipengaruhi kebijakan dan dukungan pemerintah dalam sektor transportasi, yakni stimulus empat moda transportasi, seperti kereta, angkutan laut, angkutan penyeberangan, dan pesawat udara.
"Ini fakta, data, statistik, bahwa kebijakan Presiden Prabowo Subianto dalam langkah stimulus ekonomi disambut oleh masyarakat," kata dia.
2. Rincian diskon tiket transportasi Nataru

ilustrasi memesan tiket kereta api (pexels.com/cottonbro studio) Secara rinci, terdapat diskon 11 persen-12 persen, yang merupakan akumulasi dari diskon 100 persen PPN DTP, serta diskon 50 persen PJP2U dan PJP4U untuk periode penerbangan 22 Desember 2026 hingga 10 Januari 2027.
Untuk kereta api, diskon tiket sebesar 30 persen untuk kelas ekonomi komersial di Jawa dan Sumatra Utara pada periode keberangkatan 22 Desember 2026 hingga 4 Januari 2027. Kapal laut juga diskon 30 persen (setara 27 persen dari total harga tiket) untuk tarif dasar kelas ekonomi di seluruh rute kapal penumpang, dengan periode keberangkatan 17 Desember 2026 hingga 10 Januari 2027.
Sementara untuk angkutan penyeberangan ASDP, diskon 100 persen jasa kepelabuhan (setara 21 persen dari tarif terpadu) pada delapan lintasan di 14 pelabuhan, pada periode 22 Desember 2026 hingga 10 Januari 2027.
3. Penjualan tiket sejak akhir Oktober 2026

ilustrasi memesan tiket online (magnific.com/tonodiaz) Program Diskon Transportasi telah disiapkan dan dibahas sejak kuartal II bersamaan dengan stimulus liburan sekolah. Dasar hukum pelaksanaan program diskon transportasi untuk moda kereta api, angkutan laut, dan penyeberangan adalah Surat Keputusan Bersama (SKB) tiga Menteri/Kepala Bada,n yaitu Menteri Perhubungan, Menteri Keuangan, dan Kepala BP BUMN yang terbit pada 5 Juni 2026.
SKB tersebut mengatur tentang Penugasan kepada BUMN Transportasi dalam Pelaksanaan Diskon Tarif Transportasi Periode Libur Natal 2026 dan Tahun Baru 2027. Sedangkan diskon transportasi udara diberlakukan berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 77 Tahun 2026 yang memberikan insentif PPN Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) untuk jasa angkutan udara.
Adapun penjualan tiket program diskon transportasi untuk angkutan udara sudah dibuka sejak 26 Oktober 2026, angkutan laut Pelni sejak 27 Oktober 2026. Sedangkan untuk kereta api (KAI) dan penyeberangan (ASDP) penjualan sudah dimulai sejak 7 November 2026.






















