Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

128 Bank di Jepang Lumpuh, Nasabah Tak Bisa Tarik Tunai

2 min read
128 Bank di Jepang Lumpuh, Nasabah Tak Bisa Tarik Tunai
ilustrasi barisan bendera Jepang (unsplash.com/Colton Jones)
  • Gangguan sistem berdampak pada 128 bank kredit regional di Jepang, terutama wilayah Tokai, Hokuriku, dan kawasan Jepang bagian barat.

  • Nasabah sempat tidak bisa menarik atau menyetor uang, memakai ATM, bertransaksi di cabang, maupun menggunakan internet banking.

  • Sebagian besar layanan pulih pada 7 November 2026, lalu seluruh layanan kembali beroperasi setelah pukul 19.00 waktu setempat.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Gangguan sistem perbankan melumpuhkan layanan nasabah di 128 bank kredit regional atau shinkin banks di Jepang pada Jumat (6/11/2026). Akibatnya, nasabah tidak dapat menarik uang tunai, menyetor dana, maupun melakukan transaksi melalui layanan perbankan digital.

Gangguan mulai terjadi sekitar pukul 13.30 waktu setempat. Sebanyak 128 bank di wilayah Tokai, Hokuriku, dan kawasan Jepang bagian barat lainnya terdampak akibat kegagalan sistem tersebut.

Layanan yang terhenti mencakup transaksi melalui ATM, penyetoran dan penarikan uang di loket kantor cabang, serta internet banking. Gangguan ini juga berpotensi menghambat pembayaran dan transfer dana bagi pelaku usaha lokal yang mengandalkan bank regional.

Shinkin Central Bank, lembaga yang mengelola sistem perbankan bersama untuk bank-bank tersebut, menyebut gangguan diduga dipicu kerusakan perangkat keras di pusat operasional wilayah barat Jepang.

  1. 1. ATM hingga internet banking tidak bisa digunakan

    128 Bank di Jepang Lumpuh, Nasabah Tak Bisa Tarik Tunai
    ilustrasi ATM (unsplash.com/Keller Chewning)

    Gangguan tersebut membuat nasabah tidak dapat mengakses sejumlah layanan keuangan. Penarikan uang dan transfer melalui ATM, transaksi penyetoran maupun penarikan di kantor cabang, hingga layanan internet banking ikut terdampak.

    Menurut Shinkin Central Bank, gangguan komunikasi melibatkan peralatan di pusat operasional Jepang Barat yang mengawasi jaringan perbankan di wilayah tersebut. Kerusakan perangkat keras diduga menjadi penyebab kegagalan sistem. Namun, penyebab pasti gangguan masih diselidiki oleh pihak pengelola.

  2. 2. Gangguan berdampak pada aktivitas ekonomi lokal

    ilustrasi kereta di Jepang (unsplash.com/Don Fontijn)
    ilustrasi kereta di Jepang (unsplash.com/Don Fontijn)

    Dikutip dari NHK, Minggu (8/11/2026), gangguan layanan perbankan tersebut berpotensi menghambat aktivitas transaksi masyarakat dan pelaku usaha di wilayah terdampak. Usaha perorangan serta usaha kecil dan menengah menjadi salah satu kelompok yang rentan terdampak karena banyak mengandalkan bank regional untuk pembayaran dan transfer dana.

    Sistem perbankan bersama yang dikelola Shinkin Central Bank digunakan oleh 236 bank kredit regional di Jepang, atau lebih dari 90 persen dari seluruh shinkin banks di negara tersebut.

    Infrastruktur sistem itu terbagi menjadi jaringan Jepang timur dan barat. Gangguan kali ini hanya memengaruhi jaringan di wilayah barat, sedangkan bank-bank yang menggunakan jaringan Jepang timur tetap beroperasi normal.

  3. 3. Layanan pulih setelah sempat lumpuh seharian

    128 Bank di Jepang Lumpuh, Nasabah Tak Bisa Tarik Tunai
    Yokohama, Jepang (commons.wikimedia.org/SamuelNelsonGISP)

    Shinkin Central Bank menyebut belum menemukan indikasi akses tanpa izin ke sistem perbankan mereka. Serangan siber juga tidak menjadi dugaan utama penyebab gangguan.

    Sebagian besar layanan perbankan berhasil dipulihkan pada Sabtu (7/11/2026), sekitar pukul 18.00 waktu setempat. Namun, transfer dana ke lembaga keuangan lain masih belum dapat dilakukan pada waktu tersebut.

    Seluruh layanan akhirnya kembali beroperasi sesaat setelah pukul 19.00 waktu setempat. Pihak pengelola sistem perbankan tersebut juga menyampaikan permintaan maaf kepada nasabah atas ketidaknyamanan dan gangguan yang ditimbulkan.

Related Articles

See More