Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Kerja Lebih Lama Bukan Jaminan Pensiun Aman, Ini Bukti dan Solusinya

Kerja Lebih Lama Bukan Jaminan Pensiun Aman, Ini Bukti dan Solusinya
ilustrasi PHK (pexels.com/Nicola Barts)
Intinya Sih
  • Survei EBRI menunjukkan sekitar 46% pekerja pensiun lebih cepat dari rencana karena faktor seperti kesehatan, PHK, dan tanggung jawab keluarga yang mengubah kondisi finansial secara signifikan.
  • Menunda pensiun memang bisa menambah tabungan dan manfaat sosial, tapi data menunjukkan 40–50% orang gagal mencapainya karena risiko kehilangan pekerjaan atau masalah kesehatan.
  • Ahli keuangan menyarankan menyiapkan rencana cadangan dengan dana darurat, mengurangi utang, serta memperkuat tabungan dan asuransi agar pensiun tetap aman meski situasi tak sesuai harapan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Banyak orang berpikir bekerja lebih lama adalah solusi paling aman supaya masa pensiun tetap nyaman. Logikanya memang masuk akal, karena semakin lama bekerja berarti semakin banyak waktu untuk menabung dan mengumpulkan aset. Sayangnya, kenyataan di lapangan gak selalu berjalan sesuai rencana.

Ada banyak faktor di luar kendali yang bisa membuat seseorang harus pensiun lebih cepat dari perkiraan. Mulai dari masalah kesehatan, PHK, sampai tanggung jawab merawat keluarga bisa mengubah rencana finansial secara drastis. Karena itu, penting buat kamu memahami bahwa pensiun aman bukan hanya soal bekerja lebih lama, tapi juga soal punya strategi cadangan yang matang.

1. Banyak orang pensiun lebih cepat dari rencana

ilustrasi karyawan di PHK
ilustrasi karyawan di PHK (pexels.com/Khwanchai Phanthong)

Banyak orang berharap bisa bekerja sampai usia pensiun ideal agar tabungan dan investasi terus bertambah. Namun, survei terbaru dari Employee Benefit Research Institute menunjukkan kenyataannya berbeda. Dalam survei tersebut, sekitar 46% pensiunan pada tahun 2025 ternyata berhenti bekerja lebih cepat dari yang mereka rencanakan sebelumnya.

Penyebabnya pun bukan hal sepele. Banyak orang harus pensiun karena masalah kesehatan, kehilangan pekerjaan, atau harus menjadi caregiver bagi anggota keluarga. Craig Copeland, direktur riset wealth benefits di EBRI, menjelaskan bahwa pensiun lebih cepat dapat membuat kondisi keuangan seseorang jauh lebih berat dibanding perkiraan awal. Situasi ini bahkan bisa memaksa seseorang mengubah gaya hidup atau bergantung pada bantuan orang lain.

2. Kerja lebih lama memang membantu, tapi ada risikonya

ilustrasi pekerja kantoran di Jepang
ilustrasi pekerja kantoran di Jepang (pexels.com/Kuan-yu Huang)

Secara teori, menunda pensiun memang memberi keuntungan finansial yang cukup besar. Kamu masih menerima gaji rutin, punya waktu lebih lama untuk menabung, dan aset investasi juga punya kesempatan berkembang lebih panjang. Selain itu, manfaat pensiun seperti jaminan sosial juga biasanya menjadi lebih besar jika diambil di usia lebih tua.

Namun, strategi ini memiliki kelemahan besar, yaitu gak ada jaminan kamu benar-benar bisa terus bekerja sesuai rencana. Data EBRI menunjukkan bahwa sejak akhir 1990-an, sekitar 40% sampai 50% orang secara konsisten pensiun lebih cepat dari target mereka. Artinya, terlalu bergantung pada asumsi “nanti juga masih bisa kerja” bisa menjadi risiko tersendiri dalam perencanaan pensiun.

3. PHK dan kesehatan sering jadi penyebab utama

ilustrasi pria di PHK
ilustrasi pria di PHK (magnific.com/Drazen Zigic)

Banyak orang mengira pensiun dini hanya terjadi karena pilihan pribadi. Padahal, sebagian besar kasus justru dipicu faktor yang gak bisa dikendalikan. Menurut data EBRI, sekitar 76% pensiun lebih cepat pada 2025 disebabkan oleh faktor seperti gangguan kesehatan, disabilitas, atau perubahan di perusahaan seperti pengurangan karyawan dan reorganisasi.

Menurut penelitian dalam Urban Institute, lebih dari 56% pekerja penuh waktu di awal usia 50-an terdorong keluar dari pekerjaan mereka sebelum siap pensiun. Penelitian tersebut menganalisis data dari tahun 1998 hingga 2014. Kondisi ini membuat banyak orang kehilangan kesempatan menambah tabungan pensiun karena mereka harus berhenti bekerja lebih cepat dari yang diperkirakan sebelumnya.

Masalahnya, mencari pekerjaan baru di usia yang lebih tua juga gak gampang. Setelah mengalami gangguan kesehatan atau PHK, banyak pekerja kesulitan kembali masuk ke dunia kerja. Akibatnya, tabungan pensiun yang seharusnya digunakan beberapa tahun lagi malah terpaksa dipakai lebih cepat.

4. Punya rencana cadangan jauh lebih penting

ilustrasi investasi
ilustrasi investasi (pexels.com/RDNE Stock project)

Karena masa depan sulit diprediksi, kamu perlu memiliki skenario cadangan dalam perencanaan pensiun. Craig Copeland menyarankan agar seseorang menghitung dua kondisi sekaligus, yaitu kebutuhan dana jika pensiun sesuai rencana dan kebutuhan dana jika harus pensiun lebih cepat. Dengan begitu, kamu jadi gak terlalu kaget jika situasi darurat benar-benar terjadi.

Selain itu, penting juga membangun dana darurat dan investasi yang fleksibel sejak dini. Dana ini bisa membantu menopang kebutuhan hidup ketika penghasilan utama tiba-tiba berhenti. Semakin cepat kamu mempersiapkan cadangan finansial, semakin kecil risiko mengalami tekanan ekonomi saat memasuki masa pensiun.

5. Ada beberapa solusi yang bisa mulai dilakukan sekarang

ilustrasi kartu kredit
ilustrasi kartu kredit (pexels.com/Joshua Woroniecki)

Kamila Elliott, seorang certified financial planner dan CEO Collective Wealth Partners, menyarankan beberapa langkah penting untuk memperkuat kondisi finansial sebelum pensiun. Salah satu yang paling penting adalah mengurangi utang sejak masih aktif bekerja. Membayar kartu kredit, cicilan kendaraan, atau KPR lebih cepat bisa membantu mengurangi beban pengeluaran saat pensiun nanti.

Selain itu, kamu juga bisa meningkatkan tabungan pensiun dan mempertimbangkan perlindungan asuransi yang sesuai kebutuhan. Semakin besar dana pensiun yang berhasil dikumpulkan sejak awal, semakin ringan tekanan finansial di masa depan. Kamila Elliott juga menjelaskan bahwa orang yang pensiun lebih cepat sebaiknya menunda pengambilan manfaat pensiun selama memungkinkan agar pendapatan bulanan di masa tua bisa lebih maksimal.

Bekerja lebih lama memang bisa membantu memperkuat kondisi finansial saat pensiun, tapi itu bukan jaminan mutlak. Kenyataannya, banyak orang justru harus berhenti bekerja lebih cepat karena kondisi kesehatan, PHK, atau masalah keluarga. Karena itu, mengandalkan usia kerja yang panjang saja bisa menjadi strategi yang berisiko.

Kamu tetap perlu menyiapkan dana cadangan, mengurangi utang, dan membangun tabungan pensiun sedini mungkin. Dengan perencanaan yang lebih realistis dan fleksibel, masa pensiun bisa terasa lebih aman meskipun hidup tidak selalu berjalan sesuai rencana.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Topics
Editorial Team
Nabila Inaya
EditorNabila Inaya

Related Articles

See More