Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Kinerja TBS Kuartal I-2026 Moncer, Pendapatan Tumbuh 20,5 Persen

Kinerja TBS Kuartal I-2026 Moncer, Pendapatan Tumbuh 20,5 Persen
PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) catatkan kinerja solid selama kuartal I-2026
Intinya Sih
  • TBS Energi Utama mencatat pertumbuhan pendapatan 20,5 persen yoy dan laba kotor naik 46,7 persen pada kuartal I-2026, didorong transformasi bisnis menuju sektor hijau.
  • Segmen pengelolaan limbah menjadi kontributor utama dengan lonjakan pendapatan 447,69 persen hingga menyumbang 60 persen total pendapatan konsolidasi dan 93 persen EBITDA disesuaikan.
  • Bisnis kendaraan listrik dan energi terbarukan tumbuh signifikan, sementara efisiensi di segmen batu bara menjaga margin stabil serta memperkuat likuiditas untuk target netral karbon 2030.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times – PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) atau TBS mencatatkan kinerja solid pada kuartal I-2026. Perseroan berhasil membukukan pertumbuhan pendapatan konsolidasi sebesar 20,5 persen secara tahunan (year-on-year/yoy), seiring dengan transformasi bisnis ke sektor hijau yang mulai menunjukkan hasil positif.

TBS juga mencatat kenaikan laba kotor konsolidasi sebesar 46,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Tak hanya itu, arus kas operasional yang sebelumnya negatif 2,9 juta dolar Amerika Serikat (AS) pada 2025 berbalik menjadi positif 9,9 juta dolar AS pada awal 2026.

1. Transformasi bisnis mulai berbuah hasil

Kinerja TBS Kuartal I-2026 Moncer, Pendapatan Tumbuh 20,5 Persen
Direktur PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA), Juli Oktarina (dok. TBS)

Direktur TBS, Juli Oktarina menyebut, capaian ini menjadi bukti bahwa strategi transformasi perusahaan berjalan sesuai rencana. Menurut dia, hasil yang TBS capai pada kuartal I merupakan validasi atas ketepatan arah transformasi perusahaan. Langkah besar akuisisi dan divestasi pada 2025 merupakan bentuk penataan ulang portofolio strategis yang terencana dan krusial bagi masa depan perseroan.

"Fase transisi ini akan berdampak sementara pada laba kami, tapi transisi ini diperlukan sebagai fondasi agar TBS menjadi platform bisnis berkelanjutan dengan margin tinggi, yang siap memberikan nilai tambah jangka panjang bagi para pemegang saham," tutur Juli, dalam keterangan resminya, Kamis (30/4/2026).

Selain itu, total rugi bersih perusahaan juga turun drastis hingga lebih dari 83 persen, dari 58,9 juta dolar AS menjadi 9,5 juta dolar AS. Penurunan ini terjadi karena tidak adanya lagi kerugian dari divestasi entitas PLTU seperti tahun sebelumnya.

2. Segmen pengelolaan limbah jadi tulang punggung

Kinerja TBS Kuartal I-2026 Moncer, Pendapatan Tumbuh 20,5 Persen
PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) catatkan kinerja solid selama kuartal I-2026 (dok. TBS)

Kontributor terbesar kinerja TBS pada kuartal ini berasal dari segmen pengelolaan limbah. Pendapatan dari lini bisnis ini melonjak hingga 5,5 kali lipat atau naik 447,69 persen, dari 9,4 juta dolar AS menjadi 51,9 juta dolar AS. Adapun segmen ini bahkan menyumbang 60 persen dari total pendapatan konsolidasi dan 93 persen terhadap EBITDA disesuaikan.

"Kinerja tersebut didorong oleh kontribusi penuh dari Cora Environment, serta ekspansi operasional di berbagai wilayah. Selain itu, bisnis ini dinilai memiliki ketahanan tinggi di tengah ketidakpastian ekonomi global karena menghasilkan pendapatan yang stabil dan berulang," kata Juli.

3. Kendaraan listrik dan energi terbarukan ikut tumbuh

Kinerja TBS Kuartal I-2026 Moncer, Pendapatan Tumbuh 20,5 Persen
Segmen ekosistem kendaraan listrik melalui Electrum juga mencatatkan pertumbuhan signifikan bagi bisnis TBS pada Q1 2026 (dok. TBS)

Di sisi lain, segmen ekosistem kendaraan listrik melalui Electrum juga mencatatkan pertumbuhan signifikan. Pendapatan dari lini ini meningkat hampir 2,5 kali lipat atau 137,82 persen, dari 1,3 juta dolar AS menjadi 3,2 juta dolar AS.

Pertumbuhan tersebut ditopang oleh peningkatan jumlah motor listrik yang beroperasi dari 5.100 unit menjadi 9.082 unit, serta ekspansi stasiun penukaran baterai yang mencapai 426 unit.

Sementara itu, dari segmen energi terbarukan, pembangkit listrik tenaga mini hidro (PLTM) berkapasitas 6 MW telah beroperasi penuh dan menyumbang pendapatan 3,2 juta dolar AS. Proyek PLTS terapung berkapasitas 46 MWp juga terus berjalan dan ditargetkan rampung pada kuartal IV-2026.

4. Efisiensi batu bara tetap terjaga

Kinerja TBS Kuartal I-2026 Moncer, Pendapatan Tumbuh 20,5 Persen
ilustrasi batu bara (IDN Times/Ridwan Aji Pitoko)

Meski tengah bertransformasi ke energi hijau, TBS tetap menjaga kinerja segmen batu bara melalui efisiensi. Biaya operasional tunai berhasil ditekan 5,8 persen menjadi 42,5 per ton dolar AS. Langkah ini membuat margin laba kotor pertambangan tetap stabil di level 15,8 persen, meskipun harga pasar berfluktuasi.

Sementara itu, dengan posisi kas mencapai 103,3 juta dolar AS, TBS menilai memiliki likuiditas yang cukup untuk mendukung ekspansi bisnis ke depan, termasuk target netralitas karbon pada 2030.

“Capaian pada Q1 2026 ini merupakan bagian dari peta jalan TBS untuk menjadi perusahaan yang lebih berkelanjutan. Dengan posisi kas sebesar 103,3 juta dolar AS dan manajemen modal kerja yang disiplin, Perseroan memiliki kapasitas likuiditas yang cukup untuk mendukung rencana pertumbuhan dan target netralitas karbon pada tahun 2030,” tutur Juli.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Jujuk Ernawati
EditorJujuk Ernawati
Follow Us

Related Articles

See More