Klaim Tunjangan Pengangguran AS Turun Menjadi 197 Ribu

- Klaim awal tunjangan pengangguran AS turun 1.000 menjadi 197 ribu pada pekan berakhir 26 September 2026, di bawah proyeksi pasar 200 ribu dan terendah sejak pertengahan Juli.
- Klaim lanjutan menyusut 11 ribu menjadi 1,701 juta, sementara PHK tetap rendah. Meski lowongan Agustus berkurang, perekrutan kotor naik tipis dan perusahaan enggan melepas pekerja.
- Pemberi kerja menambah rata-rata 80 ribu pekerjaan per bulan tahun ini, termasuk 162 ribu posisi pada Agustus. Laporan September diproyeksikan mencatat 90 ribu pekerjaan baru dengan pengangguran 4,1 persen.
Jakarta, IDN Times - Jumlah warga Amerika Serikat yang mengajukan permohonan awal tunjangan pengangguran turun menjadi 197 ribu pada pekan yang berakhir 26 September 2026. Laporan yang dirilis Departemen Tenaga Kerja AS pada Kamis (1/10/2026) waktu setempat tersebut berada di bawah ekspektasi pasar yang sebelumnya memproyeksikan 200 ribu pengajuan.
Capaian ini menyentuh tingkat terendah sejak pertengahan Juli seiring minimnya angka pemutusan hubungan kerja dan kepastian kerja yang dirasakan mayoritas pekerja. Kondisi pasar tenaga kerja di AS dilaporkan tetap bertahan di tengah lonjakan harga energi yang menekan pelaku usaha serta konsumen sejak pertempuran dengan Iran dimulai pada 28 Februari.
1. Rincian penurunan klaim awal dan data tunjangan lanjutan

ilustrasi mata uang dolar AS (pexels.com/John Guccione www.advergroup.com) Dilansir Anadolu Agency, permohonan awal mingguan yang disesuaikan secara musiman berkurang 1.000 aplikasi dari angka pekan sebelumnya yang direvisi naik menjadi 198 ribu. Rata-rata pergerakan empat pekan yang berfungsi meratakan fluktuasi mingguan juga turun 2.500 menjadi 200 ribu. Adapun rata-rata pergerakan empat pekan pada periode sebelumnya telah direvisi naik 250 menjadi 202.500.
Penurunan klaim juga tercatat pada kelompok pekerja yang menerima tunjangan lanjutan setelah permohonan pertama, yakni menyusut 11 ribu menjadi 1,701 juta pada pekan yang berakhir 19 September 2026. Angka klaim lanjutan sepekan sebelumnya direvisi turun 7.000 menjadi 1,712 juta. Sementara itu, rata-rata empat pekan klaim lanjutan berkurang 18.500 menjadi 1.723.750, dengan tingkat pengangguran berasuransi bertahan di angka 1,1 persen.
2. Dinamika pasar tenaga kerja dan hasil survei pembukaan lowongan

ilustrasi pekerja pabrik (pexels.com/EqualStock IN) Klaim pengangguran merupakan indikator pemutusan hubungan kerja yang dipantau ekonom untuk membaca arah pasar tenaga kerja, dengan angka yang sebagian besar bertahan di bawah 220 ribu sepanjang tahun ini—sebuah level yang tergolong rendah secara historis. Pada Selasa (29/9/2026), survei Job Openings and Labor Turnover Survey (JOLTS) dari Departemen Tenaga Kerja AS menunjukkan pemberi kerja memasang lebih sedikit lowongan pada Agustus. Kendati demikian, laporan tersebut memperlihatkan pemutusan hubungan kerja menurun, pengunduran diri pekerja sebagai tanda keyakinan terhadap prospek karier sedikit surut, serta perekrutan kotor naik tipis meski tetap berada di level rendah.
Angka pemutusan hubungan kerja tetap rendah seiring sikap dunia usaha yang enggan melepas karyawan karena mengingat kelangkaan tenaga kerja pascapembatasan pandemik. Ekonom senior AS di Oxford Economics, Matthew Martin, mencatat ketahanan dalam data ketenagakerjaan tersebut. "Klaim pengangguran terus menepis ekspektasi dan tetap sangat rendah, sejalan dengan tingkat pemutusan hubungan kerja pada laporan JOLTS yang menunjukkan bahwa kendati bisnis tidak merekrut secara pesat, mereka enggan melepaskan pekerja yang ada saat ini," tulis dia.
3. Rata-rata perekrutan bulanan dan proyeksi ketenagakerjaan

ilustrasi suasana kantor (unsplash.com/Israel Andrade) Para pemberi kerja di AS yang meliputi perusahaan swasta, instansi pemerintah, dan lembaga nirlaba menambah rata-rata 80 ribu lapangan kerja per bulan sepanjang tahun ini. Rata-rata tersebut turut ditopang oleh penambahan 162 ribu posisi nonpertanian pada Agustus yang hampir tiga kali lipat melampaui prediksi pasar sebesar 56 ribu. Capaian ini menunjukkan perbaikan dari performa lesu sepanjang 2025 ketika rata-rata penambahan hanya mencapai 9.700 pekerjaan per bulan akibat tingginya suku bunga dan kebijakan perdagangan Presiden Donald Trump yang tidak dapat diprediksi sehingga menghambat laju perekrutan.
Sebagaimana dilaporkan Associated Press, laju pembukaan lapangan kerja bulanan tersebut masih berada di bawah rata-rata 166 ribu pekerjaan per bulan pada kurun 2023 dan 2024. Tingkat perekrutan saat ini juga belum menyamai rata-rata 491 ribu posisi per bulan selama ledakan perekrutan periode 2021 hingga 2022 seusai pembatasan COVID-19. Untuk laporan September yang terbit pekan selanjutnya, Departemen Tenaga Kerja AS diproyeksikan mencatat penambahan 90 ribu posisi dengan tingkat pengangguran bertahan di angka 4,1 persen berdasarkan survei firma data FactSet.
![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)






![[QUIZ] Mail vs Tuan Krab, Mana Gaya Pengusaha yang Cocok dengan Kepribadianmu?](https://image.idntimes.com/post/20250802/krab33_0397588c-643d-4f3f-9a0f-b058af64ff91.jpeg)













