Konflik Geopolitik Meluas, Dolar AS Tekuk Rupiah Sore Ini

- Nilai tukar rupiah melemah ke Rp16.740 per dolar AS
- Kurs tengah BI mencapai Rp16.748 per dolar AS, naik dari pekan lalu
- Serangan AS ke Venezuela membuat dolar menguat, diprediksi rupiah akan terus melemah besok
Jakarta, IDN Times - Nilai tukar atau kurs rupiah melemah terhadap mata uang dolar Amerika Serikat (AS) pada penutupan perdagangan, Senin (5/1/2026).
Mengutip Bloomberg, kurs rupiah ditutup melemah 15 poin atau 0,09 persen ke Rp16.740 per dolar AS sore ini. Pagi tadi, rupiah dibuka melemah pada level Rp16.724 per dolar AS.
1. Nilai tukar rupiah berdasarkan kurs tengah BI
Berdasarkan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia (BI), nilai tukar rupiah menyentuh Rp16.748 per dolar AS.
Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan kurs rupiah pada penutupan perdagangan pekan kemarin, Jumat, (2/1), yang berada di level RpRp16.725 per dolar AS. Data JISDOR BI menunjukkan rupiah mengalami pelemahan pada sore ini dibandingkan pekan kemarin.
2. Serangan AS ke Venezuela dan Penculikan Maduro bikin dolar menguat
Menurut analis pasar keuangan, Ibrahim Assuaibi penguatan dolar AS sore ini didorong keputusan Presiden AS, Donald Trump menyerang Venezuela dan menangkap Presiden Nicolás Maduro beserta istri, Cilia Flores.
Gejolak geopolitik yang kian meluas memberikan tekanan pada nilai tukar negara berkembang, termasuk Indonesia.
“Aksi militer, ditambah dengan komentar Trump, meningkatkan ketidakpastian atas geopolitik global. Para analis juga memperingatkan bahwa tindakan Washington dapat menjadi preseden bagi negara-negara adidaya global lainnya, khususnya China dan Rusia,” kata Ibrahim dalam keterangannya.
3. Rupiah diprediksi melemah besok
Ibrahim menilai, penguatan dolar AS masih akan terus menekan rupiah hingga perdagangan besok, Selasa (6/1).
“Untuk perdagangan besok, mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup melemah direntang Rp16.740-16.770,” tutur Ibrahim.



















