Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
KSEI: Investor Pasar Modal Bertambah 9,9 Juta Sepanjang 2026
Direktur Utama PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), Samsul Hidayat. (IDN Times/Vadhia Lidyana)
  • Jumlah investor pasar modal mencapai 30,3 juta SID setelah bertambah 9,9 juta sepanjang 2026, tumbuh 49 persen dibandingkan akhir 2025.
  • Investor masih terkonsentrasi di Jawa dengan pangsa 64,44 persen dan aset Rp5.586 triliun; Aceh mencatat pertumbuhan investor tertinggi, 103,65 persen.
  • Kenaikan investor tidak sejalan dengan aset: nilai C-BEST turun 22 persen menjadi Rp8.261 triliun, sementara aset S-INVEST turun 2 persen menjadi Rp988 miliar.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Jumlah investor di pasar modal bertambah 9,9 juta sepanjang 2026. Adapun pertumbuhan terbesar di Provinsi Aceh.

Berdasarkan data PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), hingga saat ini tercatat jumlah single investor identifitacion (SID) di pasar modal yang menandakan jumlah investor telah mencapai 30,3 juta.

1. Tumbuh 49 persen

Bursa Efek Indonesia (IDN Times/Ridwan Aji Pitoko)

Direktur Utama KSEI, Samsul Hidayat mengatakan, angka tersebut menunjukkan pertumbuhan 49 persen, dari posisi 20,34 juta SID investor pasar modal per akhir 2025. Meski begitu, dari sebaran, jumlah investor pasar modal masih didominasi warga Pulau Jawa, dengan persentase 64,44 persen. Nilai asetnya mencapa Rp5.586 triliun.

Sumatra ada di posisi kedua, dengan pangsa pasar 19,34 persen dan nilai aset Rp151 triliun. Kemudian, Kalimantan 5,75 persen dengan nilai aset Rp133 triliun, dan Sulawesi (5,66 persen) dengan nilai aset Rp26 triliun.

Lalu, Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT) 3,61 persen dengan nilai aset Rp30 triliun. Terakhir, Maluku dan Papua, dengan pangsa pasar 1,2 persen, dan nilai aset Rp9 triliun.

"Tentunya ini menggambarkan bahwa masih besar sekali potensi bagi kita untuk meningkatkan partisipasi daripada investor di Indonesia, dan harapannya dengan peningkatan partisipasi ini akan terjadi peningkatan pendalaman market,” ucap Samsul.

2. Pertumbuhan tertinggi di Aceh

Bursa Efek Indonesia (IDN Times/Ridwan Aji Pitoko)

Dilihat dari angka pertumbuhan, Aceh mencatatkan pertumbuhan tertinggi. Kenaikan jumlah investor pasar modal di provinsi paling barat di Indonesia mencapai 103,65 persen.

Kemudian, Sumatra Barat tumbuh 85,36 persen, NTB tumbuh 82,97 persen, Jambi tumbuh 81,37 persen. Sementara jumlah investor di Provinsi Riau tumbuh 81,27 persen.

3. Pertumbuhan aset tak sejalan dengan investor

Bursa Efek Indonesia (IDN Times/Ridwan Aji Pitoko)

Sayangnya, pertumbuhan jumlah investor tak sejalan dengan pertumbuhan aset. Hingga 7 Agustus 2027, nilai aset di dalam C-BEST mencapai Rp8.261 triliun, turun 22 persen dari posisi akhir 2024 sebesar Rp10.623 triliun.

Adapun aset yang tercatat di C-BEST mencakup efek yang diperdagangkan di pasar modal, seperti saham, obligasi, sukuk, ETF, waran, dan HMETD. Selain itu, nilai aset di S-INVEST juga turun 2 persen dari Rp1.008 triliun, menjadi Rp988 miliar. S-INVEST mencatat dan mengintegrasikan administrasi produk investasi yang dikelola secara kolektif.

Curated For You

Editorial Team

Related Article