Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Melihat Pernyataan Menag soal Wakaf Istiqlal Masuk Pasar Modal

Melihat Pernyataan Menag soal Wakaf Istiqlal Masuk Pasar Modal
Menteri Agama Republik Indonesia, Nasaruddin Umar. (IDN Times/Paulus Risang)
  • Menag Nasaruddin Umar menyatakan dana wakaf Masjid Istiqlal telah masuk pasar modal dan dikelola untuk mendukung pelatihan ekonomi serta kegiatan sosial.
  • BEI membenarkan kerja sama dengan Masjid Istiqlal, dengan dana filantropi Islam dialokasikan ke instrumen syariah seperti reksadana saham melalui manajer investasi profesional.
  • OJK masih membahas mekanismenya dan menekankan transparansi serta tata kelola; program Wakaf Saham Istiqlal diluncurkan Istiqlal Global Fund pada akhir 2025.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Menteri Agama (Menag), Nasaruddin Umar, menyatakan wakaf di Masjid Istiqlal Jakarta, kini sudah masuk ke Pasar Modal. Hal itu disampaikan Menag saat berpidato pada acara Zikir Kebangsaan dan Haul Pendiri NKRI yang diselenggarakan PB Jatma Aswaja, Minggu, 10 Agustus 2026.

"Kemudian juga pelatihan keterampilan ekonomi, banyak keterampilan-keterampilan yang diajarkan difasilitasi Istiqlal Global fund, dan seperti kita ketahui satu-satunya dan mungkin pertama kali di dunia ini, Masjid Istiqlal ini masuk dalam bursa efek mengelola dana wakaf umat dan insyaallah ternyata peminatnya luar biasa," ujar Nasaruddin dilansir dari YouTube @IHYA7TV, Senin (10/8/2026).

Selain itu, Menag juga menyampaikan sejumlah keunggulan Masjid Istiqlal. Dia mengatakan, Istiqlal juga merupakan tempat ibadah yang ramah lingkungan dan memberdayakan kegiatan sosial.

"Mari kita jadikan model-model pengelolaan masjid modern, misalnya seperti Masjid Istiqlal, sebagai contoh yang bisa ditiru oleh 800 ribu masjid di Indonesia. Insyaallah, bukan lagi kita (umat) yang memberdayakan masjid, tapi masjid yang memberdayakan umat," kata dia.

  1. 1. BEI dan OJK buka suara

    Melihat Pernyataan Menag soal Wakaf Istiqlal Masuk Pasar Modal
    Ilustrasi Saham. (IDN Times/Aditya Pratama)

    Integrasi wakaf produktif Masjid Istiqlal dengan instrumen pasar modal syariah tengah menjadi pembahasan di media sosial. Menanggapi ramainya perbincangan tersebut, Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memberikan penjelasan.

    Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, membenarkan adanya kerja sama strategis dengan Masjid Istiqlal. Dia menjelaskan program filantropi Islam itu akan dialokasikan ke instrumen pasar modal syariah, salah satunya berupa reksadana berbasis saham yang ditangani langsung oleh manajer investasi (MI) profesional.

    “Jadi filantropi Islam yang disalurkan ke Masjid Istiqlal itu, akan dikelola secara profesional oleh manajer investasi. Nah, itu yang sedang dikerjakan,” kata Jeffrey di Main Hall BEI, Jakarta, Senin (10/8/2026).

    Meski prosesnya sudah mulai berjalan, Jeffrey mengaku belum dapat merinci secara pasti berapa total nilai dana wakaf produktif yang telah terhimpun.

    “Nah, saya belum dapat datanya, tetapi itu sudah mulai bergulir. Kalau yang terkait dengan pasar modal syariah, ya tentu filantropi Islam yang kita dukung,” ucap Jeffrey.

  2. 2. OJK ingatkan pentingnya keterbukaan dan tata kelola yang baik

    Melihat Pernyataan Menag soal Wakaf Istiqlal Masuk Pasar Modal
    Ilustrasi Saham Syariah. (IDN Times/Aditya Pratama)

    Di sisi lain, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan masih mencermati dan membahas mekanisme integrasi wakaf produktif tersebut. OJK menegaskan setiap instrumen yang menghimpun dana, masyarakat wajib mematuhi standar akuntabilitas yang tinggi.

    Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, menekankan pentingnya asas good governance dalam pengelolaan dana wakaf pasar modal.

    “Pada prinsipnya tentu apapun kegiatan investasi yang bersinggungan dengan masyarakat secara umum, kita harapkan tetap mengedepankan aspek transparansi dengan bentuk pengelolaan yang baik dengan tata kelola yang baik,” ucap Hasan.

  3. 3. Terobosan mengejar potensi wakaf nasional sebesar Rp181 triliun

    Melihat Pernyataan Menag soal Wakaf Istiqlal Masuk Pasar Modal
    Ilustrasi Saham. (IDN Times/Aditya Pratama)

    Sementara, berdasarkan informasi dari situs web PT Majoris Asset Management, wakaf produktif yang dimaksud adalah Wakaf Saham Istiqlal yang diluncurkan Istiqlal Global Fund yang berada di bawah Badan Pengelola Masjid Istiqlal (BPMI) pada akhir 2025.

    Wakaf produktif itu terintegrasi dengan mekanisme pasar modal untuk memperluas akses masyarakat dalam berwakaf.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More