Kuasai Tol Cimanggis-Cibitung, BNBR Raup Rp3 Miliar per Hari

PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) menyatakan Tol Cimanggis-Cibitung (CCT) menghasilkan pendapatan hingga Rp3 miliar setiap harinya.
Kehadiran ruas tol tersebut efektif memangkas titik kemacetan di kawasan tersebut, khususnya mengurangi beban kepadatan di Tol Cikampek.
Jakarta, IDN Times - PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) membeberkan performa positif aset infrastruktur barunya, Tol Cimanggis-Cibitung (CCT). Jalan bebas hambatan sepanjang 26 kilometer (km) tersebut kini menghasilkan pendapatan hingga Rp3 miliar setiap harinya.
"Nah, tol ini sangat menarik karena setiap harinya itu menghasilkan Rp3 miliar, 43 ribu kendaraan per hari menghasilkan Rp3 miliar," kata Direktur Utama & CEO BNBR Anindya Bakrie di Jakarta, Jumat (27/2/2026).
Kehadiran ruas tol tersebut dinilai efektif memangkas titik kemacetan di kawasan tersebut, khususnya mengurangi beban kepadatan yang selama ini menumpuk di Tol Cikampek.
1. Buyback saham tol senilai Rp3,5 triliun

Anindya mengungkapkan, perseroan telah merampungkan akuisisi 90 persen saham Cimanggis-Cibitung Tollways dari SMG dan Waskita Toll Road. Aksi korporasi tersebut menelan investasi sebesar Rp3,5 triliun.
BNBR sebenarnya sempat menguasai 100 persen saham tol tersebut, namun kemudian melepas 90 persen kepemilikannya kepada pihak lain dan hanya menyisakan 10 persen.
"Sebenarnya kami telah memiliki tol ini 100 persen sebelumnya. Tapi kami menjual 90 persen ke pihak lain dan kita punya 10 persen. Nah, pada saat kesempatan ada, kami membeli 90 persen ini dengan harga Rp3,5 triliun," ujar dia.
2. Rights issue untuk pangkas utang akuisisi

Anindya menilai, akuisisi tol sebagai langkah bisnis yang sangat tepat karena realisasi volume kendaraan ternyata melampaui prediksi awal perusahaan. Dia optimistis aset tersebut akan menjadi mesin uang yang stabil bagi arus kas perseroan.
Untuk menjaga kesehatan struktur keuangan, BNBR berencana menggunakan dana hasil rights issue guna melunasi seluruh utang yang berkaitan dengan akuisisi tol tersebut.
"Akuisisi toll road ini menghasilkan, bahkan dengan suksesnya rights issue insyaallah bisa mengurangi utang yang terkait," kata dia.
3. Laba bersih naik meski pendapatan turun tipis

BNBR membukukan hasil positif sepanjang 2025 dengan mencatatkan laba bersih sebesar Rp502,74 miliar. Angka ini melonjak 49,6 persen jika dibandingkan dengan laba tahun sebelumnya sebesar Rp336,04 miliar.
Meskipun laba naik drastis, pendapatan bersih perseroan tercatat sedikit terkoreksi 3,28 persen secara tahunan menjadi Rp3,74 triliun. Kontributor utama pendapatan BNBR tahun ini berasal dari unit usaha PT Bakrie Metal Industries sebesar Rp2,18 triliun, disusul PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk senilai Rp1,08 triliun, dan PT Bakrie Indo Infrastructure sebesar Rp464,21 miliar.

















