Lapor ke Prabowo, Mentan Sebut Stok Beras Aman untuk 324 Hari

- Mentan Amran Sulaiman melaporkan stok beras nasional mencapai 4 juta ton dan diproyeksikan naik hingga 5,2 juta ton pada April 2026, cukup untuk kebutuhan 324 hari.
- PDB sektor pertanian tumbuh 5,74 persen, tertinggi dalam 25 tahun terakhir, disertai peningkatan kesejahteraan petani dengan NTP tertinggi dalam 33 tahun.
- Presiden Prabowo menekankan pentingnya fokus pada sektor perikanan sebagai langkah strategis untuk memperkuat ketersediaan protein bagi masyarakat.
Jakarta, IDN Times - Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman melaporkan kondisi ketahanan pangan nasional dalam Sidang Kabinet Paripurna yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto.
Dia memastikan stok 11 komoditas strategis saat ini berada dalam kondisi sangat baik, terutama untuk komoditas beras yang mencatatkan angka signifikan. Berdasarkan data terbaru, cadangan beras nasional saat ini telah mencapai 4 juta ton.
"Kami laporkan khusus beras hari ini mencapai 4 juta ton. Hari ini di data dua hari yang lalu, 4 juta ton," kata Amran dalam paparannya, Jumat (13/3/2026).
1. Cadangan beras diprediksi capai 5,2 juta ton

Amran memproyeksikan volume beras nasional akan terus meningkat hingga menyentuh angka 5,216 juta ton pada April 2026. Menurutnya, jumlah tersebut merupakan rekor cadangan tertinggi yang pernah dimiliki Indonesia.
Dia menjamin stok beras saat ini mampu memenuhi kebutuhan masyarakat selama 324 hari ke depan. Hal itu sekaligus memberikan kepastian ketahanan stok berada dalam posisi aman hingga pengujung tahun.
"Kemungkinan bulan depan sudah mencapai 5 juta ton, Bapak Presiden. Ini tertinggi cadangan kita. Ini cukup untuk 324 hari. Sampai akhir tahun cukup cadangan kita sekarang untuk beras," ujarnya.
2. PDB pertanian dan kesejahteraan petani diklaim meningkat

Selain masalah stok, Amran memaparkan performa ekonomi sektor agraria yang tumbuh positif. Produk Domestik Bruto (PDB) sektor pertanian tercatat mencapai 5,74 persen, yang merupakan pertumbuhan tertinggi dalam 25 tahun terakhir.
Kondisi itu berbanding lurus dengan tingkat kesejahteraan petani yang tercermin melalui Nilai Tukar Petani (NTP). Amran menyebut NTP saat ini merupakan yang tertinggi dalam 33 tahun terakhir.
"Ini karena kebijakan Bapak Presiden HPP dinaikkan dan juga pupuk, harga pupuk turun 20 persen tanpa membebani Menteri Keuangan," kata dia.
3. Prabowo minta fokus ke sektor perikanan untuk kejar target protein

Presiden Prabowo meyakini sektor pangan telah memiliki fondasi yang kuat. Meski stok beras sudah aman, dia mengingatkan jajarannya untuk tetap mencermati ketersediaan komoditas lain, terutama protein.
Orang nomor satu di Indonesia itu menekankan sektor perikanan harus menjadi prioritas karena dianggap sebagai solusi tercepat untuk memenuhi kebutuhan protein masyarakat.
"Nah, protein saya kira yang paling cepat masalah protein adalah perikanan, ya. Perikanan darat dan perikanan lepas pantai dan perikanan tangkap," tutur Prabowo.
















