Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Lebih dari 57 Ribu Warga Malaysia Pilih Jadi Warga Singapura, Kenapa?

Orang-orang sedang berjalan.
ilustrasi warga Malaysia (pexels.com/DSD)
Intinya sih...
  • Ekonomi jadi alasan utama warga Malaysia pindah ke Singapura.
  • Banyaknya warga Malaysia yang pindah bisa berdampak buruk bagi perekonomian negara.
  • Jumlah warga Malaysia yang pindah ke Singapura belum mengkhawatirkan.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Warga Malaysia dikabarkan sudah banyak yang pindah dan menjadi warga negara Singapura dalam 5 tahun terakhir. Menurut keterangan Direktur Jenderal Departemen Registrasi Nasional, Badrul Hisham Alias, pada Rabu (7/1/2026), ada lebih dari 57 ribu penduduk Malaysia yang sudah pindah ke Negeri Singa dan menjadi warga negara di sana dalam kurun waktu tersebut. 

Alias menambahkan, penduduk Malaysia memang sudah banyak yang pindah ke luar negeri. Setiap tahunnya, ada sekitar 10 ribu orang Malaysia yang memutuskan hidup di negara lain. Negara yang paling sering jadi destinasi adalah Singapura. Kebanyakan pendudukan Malaysia yang pindah ke Singapura adalah perempuan. Jumlahnya ada sekitar 35.356 orang.

1. Ekonomi jadi alasan utama warga Malaysia ramai-ramai pindah ke Singapura

Sejumlah uang berserakan di atas meja.
ilustrasi alasan ekonomi (pexels.com/John Guccione www.advergroup.com)

Ekonomi jadi alasan utama warga Malaysia berbondong-bondong pindah dan menjadi warga negara Singapura. Mereka menganggap kondisi ekonomi di Singapura lebih baik. Di sana, mereka bisa mendapatkan pekerjaan dengan gaji lebih tinggi sehingga taraf kehidupan bisa meningkat. 

"Keputusan untuk melepaskan kewarganegaraan Malaysia sebagian besar didorong oleh faktor ekonomi dan keluarga," lanjut  Badrul Hisham Alias dalam sebuah wawancara dengan Harian Metro dilansir Asia One.

"Dalam kasus Singapura, banyak warga Malaysia yang bekerja di sana, dan prospek pekerjaan serta tingkat pendapatan memudahkan mereka untuk memperoleh kewarganegaraan,” tambahnya. 

2. Banyaknya warga Malaysia yang pindah ke Singapura bisa berdampak buruk bagi perekonomian negara

Bendera Malaysia sedang berkibar.
potret bendera Malaysia (pexels.com/Thilipen Rave Kumar)

Para ahli menyebut banyaknya warga Malaysia yang pindah dan menjadi warga Singapura sebagai fenomena Brain Drain. Brain Drain sendiri merupakan fenomena di mana penduduk suatu negara, terutama yang memiliki kemampuan mumpuni, lebih memilih untuk pindah ke negara lain untuk mencari kehidupan yang lebih baik. 

Menurut para ahli, fenomena Brain Drain ini bisa memberi dampak buruk terhadap pertumbuhan ekonomi Malaysia ke depan. Sebab, Malaysia bakal kekurangan sumber daya manusia berbakat untuk memajukan perekonomian negara. 

Di sisi lain, Singapura berpeluang besar mendapatkan keuntungan secara ekonomi dari fenomena ini. Sebab, ada banyak sumber daya manusia dari Malaysia yang bekerja di Singapura dan memberikan sumbangsih untuk pertumbuhan ekonomi mereka.

3. Jumlah warga Malaysia yang pindah ke Singapura belum mengkhawatirkan

Orang-orang sedang berjalan.
ilustrasi warga Malaysia (pexels.com/Pawel L)

Meski begitu, para ahli menilai jumlah warga Malaysia yang pindah ke Singapura belum sampai ke tahap yang mengkhawatirkan. Apalagi, hubungan Malaysia dan Singapura dalam hal ekonomi juga sangat dekat. Oleh karena itu, kedua negara bisa menjalin kerja sama ekonomi yang saling menguntungkan. 

Namun, para ahli menilai fenomena ini tak boleh dianggap remeh. Sebab, jumlah warga Malaysia yang pindah ke Singapura bisa meningkat sewaktu-waktu. Jika ini terjadi, Negeri Jiran dikhawatirkan bakal mengalami kekurangan sumber daya manusia berkualitas untuk memajukan perekonomian dalam negeri. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Anata Siregar
EditorAnata Siregar
Follow Us

Latest in Business

See More

Danantara Sebut Suntikan buat Garuda-Krakatau Steel Bukan Bail-Out

12 Jan 2026, 19:38 WIBBusiness