Garap Proyek Ketahanan Pangan, Brantas Abipraya Raup Kontrak Rp28 M

- PT Brantas Abipraya menyelesaikan pembangunan empat embung di Banyumas senilai total Rp28,45 miliar untuk mendukung ketahanan pangan dan penyediaan air.
- Kementerian Pekerjaan Umum menegaskan pentingnya infrastruktur air seperti embung dalam menjaga ketersediaan air bagi sektor pertanian di berbagai daerah.
- Empat embung tersebut juga dirancang sebagai ruang publik dengan fasilitas sosial, memberikan manfaat tambahan bagi masyarakat sekitar.
Jakarta, IDN Times - PT Brantas Abipraya (Persero), BUMN yang bergerak di sektor karya (infrastruktur), telah menyelesaikan proyek ketahanan pangan, yakni pembangunan empat embung di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.
Embung tersebut dimanfaatkan untuk mendukung penyediaan air, irigasi pertanian, perikanan, destinasi wisata dan sebagai cadangan air (konservasi) pada musim kemarau.
1. Nilai proyek di dua lokasi mencapai Rp28,45 miliar

Adapun empat proyek embung itu, antara lain Embung Kejawar, Embung Wangon, Embung Alas Malang, dan Embung Kedunggede.
Berdasarkan data Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) yang dikutip Jumat, (8/5/2026), untuk dua proyek embung, yakni Embung Kedunggede dan Embung Alas Malang, nilai proyeknya mencapai Rp28,45 miliar.
2. Buat pastikan ketersediaan air bagi sektor pertanian

Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo mengatakan pembangunan infrastruktur air seperti bendungan, bendung, embung, dan waduk memiliki peran strategis dalam menjaga ketahanan pangan.
“Kementerian PU terus berkomitmen membangun dan menyelesaikan infrastruktur pengelolaan air di berbagai daerah untuk memastikan ketersediaan air bagi sektor pertanian,” kata Dody dikutip dari keterangan resmi.
3. Bisa dimanfaatkan untuk kegiatan sosial masyarakat

Sebagai informasi, Embung Kejawar memiliki kapasitas tampung 9.534 meter kubik, Embung Wangon 12.701 meter kubik, Embung Alasmalang 25.200 meter kubik, dan Embung Kedunggede memiliki kapasitas tampung 18.028 meter kubik.
Sekretaris Perusahaan Brantas Abipraya, Dian Sovana mengatakan, selain fungsi utamanya sebagai penyedia air irigasi, keempat embung ini juga dirancang memiliki nilai tambah sebagai ruang publik. Embung Kejawar dan Wangon, misalnya, dilengkapi dengan fasilitas seperti intake, outlet, rumah jaga, toilet, serta area terbuka yang dapat dimanfaatkan untuk aktivitas sosial masyarakat.
“Kami berkomitmen menghadirkan infrastruktur yang tidak hanya andal secara fungsi, tetapi juga memberikan nilai tambah sosial dan ekonomi bagi masyarakat,” tutur Dian.


















![[QUIZ] Tebak Tagline Bank di Indonesia, Uji Pengetahuanmu](https://image.idntimes.com/post/20250615/1000015039_d8cb6c8a-ca41-47d5-a0df-015eb540ad45.jpg)