Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Malaysia Tsunami Durian, Musang King Dijual Rp39 Ribu per Kg
ilustrasi durian (pexels.com/John Escudero)
  • Malaysia mengalami panen raya durian yang menyebabkan harga varietas premium seperti Musang King turun drastis hingga Rp39 ribu per kilogram dan pasar dipenuhi pembeli.
  • Penurunan harga dianggap sebagai koreksi alami akibat panen serentak dari beberapa negara bagian serta banyaknya buah yang tidak lolos standar ekspor ke China.
  • Petani memanfaatkan strategi digital seperti siaran langsung TikTok, penjualan langsung dari kebun, dan paket agrowisata untuk mengatasi kelebihan pasokan dan menarik wisatawan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times – Warga Malaysia sedang menikmati fenomena yang dijuluki sebagai “tsunami” durian setelah panen besar memicu lonjakan pasokan di pasar domestik. Membanjirnya stok buah musiman tersebut membuat harga berbagai varietas premium turun tajam sehingga jauh lebih mudah dijangkau konsumen.

Berdasarkan laporan Channel News Asia (CNA), harga durian Musang King yang biasanya mencapai 90 ringgit Malaysia (setara Rp391 ribu) per kilogram (kg), kini merosot menjadi 9 ringgit Malaysia (setara Rp39 ribu) per kg. Penurunan serupa juga terjadi pada varietas premium Black Thorn.

Di Kuala Lumpur (KL), kondisi itu membuat pusat kuliner, lapak pinggir jalan, dan kios buah dipadati pembeli pada Rabu (24/6/2026). Di kawasan Segambut yang berjarak sekitar 10 kilometer (km) dari pusat kota KL, durian Musang King dan Black Thorn utuh dijual dengan harga di bawah 25 ringgit Malaysia (setara Rp108 ribu) per buah.

Adapun varietas yang lebih murah dipasarkan dalam paket keranjang berisi tujuh buah seharga 100 ringgit Malaysia (setara Rp434 ribu). Pasokan yang melimpah berasal dari banyaknya buah yang tak memenuhi standar ekspor, sementara produksi durian Malaysia saat musim puncak melampaui 550 ribu ton per tahun.

1. Panen raya serentak membanjiri pasar Malaysia

ilustrasi panen durian (pexels.com/kevin yung)

Harga rendah tersebut diperkirakan bertahan hingga Agustus 2026. Kondisi itu terjadi karena masa panen dari sejumlah negara bagian berlangsung bersamaan sehingga pasokan masuk ke pasar dalam jumlah besar. Deputi Direktur Otoritas Pemasaran Pertanian Federal Malaysia (FAMA), Faisal Iswardi Ismail, menyampaikan bahwa industri telah memperkirakan lonjakan produksi tahun ini.

“Kami mendapat informasi dari industri bahwa tahun ini akan ada ‘Musang King tsunami’ — dan memang itulah yang terjadi,” ujar Ismail, dikutip CNA.

Di sisi lain, situasi tersebut mendapat sambutan positif dari konsumen. Lim Mei Ling, eksekutif administrasi berusia 34 tahun, mengaku terkejut sekaligus senang karena kini dapat menikmati dan menyimpan Musang King premium tanpa membebani anggaran. Sementara itu, insinyur bernama Kelvin Tan bersama sejumlah rekannya melakukan perjalanan dari KL ke Raub untuk menikmati durian langsung dari daerah penghasil dengan harga yang lebih rendah.

2. Pelaku industri menilai koreksi harga terjadi alami

ilustrasi durian (pexels.com/Tom Fisk)

Presiden Asosiasi Produsen Durian, Eric Chan menilai, penurunan harga saat ini merupakan koreksi pasar yang wajar setelah tren kenaikan berlangsung selama sekitar satu dekade. Menurut dia, penumpukan stok terjadi karena hasil panen dari Perak, Penang, dan Johor masuk ke pasar pada waktu yang sama. Selain itu, banyak buah tak lolos persyaratan ketat untuk dikirim ke pasar ekspor China.

Pemilik kebun durian Stephen Chow menjelaskan, tekanan harga paling besar terjadi pada produk kelas rendah seperti Grade C dan buah berukuran kecil. Sebaliknya, durian Grade A dan AB yang memenuhi syarat ekspor masih diperdagangkan pada kisaran 30-40 ringgit Malaysia (setara Rp130 ribu hingga Rp173 ribu) per kg.

Manajer toko DurianMan di Petaling Jaya, Cheah Kim Wai juga mengamati bahwa musim ini menjadi periode dengan harga durian paling murah sepanjang usaha yang dijalankannya. Meski margin keuntungan menyusut, aktivitas penjualan di tingkat retail tetap berlangsung normal.

3. Petani mengandalkan strategi digital mendorong penjualan

Bendera Malaysia (pexels.com/Thilipen Rave Kumar)

Menghadapi kelebihan pasokan, petani durian menerapkan berbagai strategi pemasaran untuk memperluas penjualan. Mereka memanfaatkan siaran langsung TikTok, membuka jalur pembelian langsung dari kebun, menawarkan paket agrowisata, serta menghadirkan program buffet durian. Sejumlah perkebunan di Bentong dan Raub juga ramai didatangi wisatawan yang mencari buah dengan harga lebih murah sekaligus pengalaman berkunjung ke sentra produksi.

Sekretaris Jenderal Asosiasi Petani Buah Johor, Melvin Long, menyebut bahwa lonjakan pasokan merupakan dampak dari perluasan kebun durian secara besar-besaran pada periode 2015-2020. Ia menjelaskan bahwa pohon yang ditanam pada masa tersebut kini telah memasuki tahap produksi penuh dan didukung kondisi cuaca yang ideal untuk pematangan buah.

"Terlepas dari kelebihan pasokan, Musang King berkualitas tinggi yang memenuhi standar ekspor dan memiliki merek yang kuat akan tetap berada di segmen premium," katanya, dikutip The Starits Times.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article