Jakarta, IDN Times – Warga Malaysia sedang menikmati fenomena yang dijuluki sebagai “tsunami” durian setelah panen besar memicu lonjakan pasokan di pasar domestik. Membanjirnya stok buah musiman tersebut membuat harga berbagai varietas premium turun tajam sehingga jauh lebih mudah dijangkau konsumen.
Berdasarkan laporan Channel News Asia (CNA), harga durian Musang King yang biasanya mencapai 90 ringgit Malaysia (setara Rp391 ribu) per kilogram (kg), kini merosot menjadi 9 ringgit Malaysia (setara Rp39 ribu) per kg. Penurunan serupa juga terjadi pada varietas premium Black Thorn.
Di Kuala Lumpur (KL), kondisi itu membuat pusat kuliner, lapak pinggir jalan, dan kios buah dipadati pembeli pada Rabu (24/6/2026). Di kawasan Segambut yang berjarak sekitar 10 kilometer (km) dari pusat kota KL, durian Musang King dan Black Thorn utuh dijual dengan harga di bawah 25 ringgit Malaysia (setara Rp108 ribu) per buah.
Adapun varietas yang lebih murah dipasarkan dalam paket keranjang berisi tujuh buah seharga 100 ringgit Malaysia (setara Rp434 ribu). Pasokan yang melimpah berasal dari banyaknya buah yang tak memenuhi standar ekspor, sementara produksi durian Malaysia saat musim puncak melampaui 550 ribu ton per tahun.
