Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Memahami Stalking Horse Bid: Penawaran Awal Aset Perusahaan Bangkrut
ilustrasi surat penawaran harga (pexels.com/Tima Miroshnichenko)
  • Stalking horse bid adalah penawaran awal atas aset perusahaan bangkrut yang berfungsi menetapkan harga dasar agar aset tidak dijual terlalu murah.
  • Penawar stalking horse mendapat insentif seperti penggantian biaya, breakup fee, dan hak eksklusif untuk menegosiasikan ketentuan transaksi sesuai kepentingannya.
  • Meski menguntungkan, penawar pertama menghadapi risiko biaya tinggi dari due diligence serta kemungkinan kalah dari pesaing yang menawar sedikit lebih tinggi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Stalking horse bid atau penawaran stalking horse merupakan penawaran awal atas aset perusahaan yang sedang dalam proses kepailitan. Dalam mekanisme ini, perusahaan yang bangkrut lebih dulu menunjuk satu calon pembeli untuk mengajukan penawaran pertama atas aset yang akan dijual.

Penawaran tersebut berfungsi sebagai batas harga minimum sehingga peserta lain yang mengikuti proses penjualan tidak dapat mengajukan harga yang lebih rendah. Istilah stalking horse sendiri berasal dari teknik berburu, ketika seorang pemburu bersembunyi di balik kuda asli atau tiruan untuk mendekati buruannya.

1. Mekanisme penawaran stalking horse

ilustrasi surat penawaran harga (pexels.com/Tima Miroshnichenko)

Dilansir Investopedia, skema stalking horse diterapkan agar perusahaan yang mengalami kesulitan keuangan tidak menjual asetnya dengan harga terlalu rendah. Setelah penawaran awal diajukan oleh penawar stalking horse, pihak lain tetap diberi kesempatan untuk mengajukan penawaran yang lebih tinggi.

Dengan adanya harga dasar tersebut, perusahaan yang bangkrut memiliki peluang memperoleh nilai penjualan aset yang lebih baik. Selain itu, karena proses kepailitan berlangsung secara terbuka, informasi mengenai transaksi maupun calon pembeli menjadi lebih mudah diakses dibandingkan transaksi yang dilakukan secara tertutup.

2. Penawar awal mendapat sejumlah insentif

ilustrasi menerima sebuah penawaran (pexels.com/Kaboompics.com)

Sebagai pihak yang mengajukan penawaran pertama, penawar stalking horse umumnya memperoleh sejumlah insentif dari perusahaan yang bangkrut. Fasilitas tersebut dapat berupa penggantian biaya yang telah dikeluarkan, breakup fee apabila transaksi tidak terlaksana, serta hak eksklusif dalam jangka waktu tertentu.

Selain itu, penawar juga dapat menegosiasikan berbagai ketentuan transaksi, termasuk menentukan aset dan kewajiban yang akan diambil alih, memilih kontrak yang masih berlaku untuk diteruskan, serta menyepakati syarat penawaran yang dapat mengurangi minat pesaing untuk ikut mengajukan penawaran.

3. Ada risiko meski menjadi penawar pertama

ilustrasi penawaran (pexels.com/RDNE Stock project)

Di sisi lain, menjadi penawar stalking horse juga memiliki sejumlah risiko. Sebelum mengajukan penawaran, calon pembeli harus melakukan due diligence untuk menilai harga yang layak dan nilai wajar aset yang akan dibeli. Proses tersebut membutuhkan waktu, tenaga, dan biaya yang tidak sedikit.

Meski telah melalui pemeriksaan menyeluruh, harga yang diajukan tetap berpotensi lebih tinggi daripada nilai aset sebenarnya. Selain itu, karena penawaran awal dipublikasikan, pihak lain dapat memanfaatkan hasil due diligence tersebut dengan mengajukan penawaran yang sedikit lebih tinggi. Proses negosiasi yang panjang juga dapat meningkatkan biaya yang harus ditanggung oleh penawar stalking horse.

Editorial Team

Related Article