ilustrasi emas batangan (pexels.com/Pixabay)
Berdasarkan data Bloomberg, total emas privat di Singapura telah menembus 800 ton pada tahun lalu, dengan sebagian besar aliran masuk berasal dari Eropa. Perusahaan pedagang logam mulia J. Rotbart & Co. mencatat lonjakan pertanyaan daring dari nasabah Barat hingga tiga kali lipat dalam setahun terakhir.
Tekanan permintaan ini membuat kapasitas penyimpanan utama mulai kewalahan menampung aset. Fasilitas Le Freeport yang dikenal sebagai Fort Knox-nya Asia menyatakan sebagian besar brankas bawah tanahnya telah penuh sejak Mei lalu.
Di The Reserve, kepemilikan emas nasabah melonjak tiga kali lipat sejak awal 2020 menjadi 8,6 ton pada September, dengan sekitar 90 persen berasal dari luar negeri. Pendiri The Reserve, Gregor Gregersen, menilai orang-orang lebih memilih negara kaya yang tahan krisis dan mandiri untuk penyimpanan jangka panjang selama puluhan tahun, dilansir The Business Asia Daily.
Manish Tibrewal dari Farro Capital membagi gelombang migrasi ini menjadi dua kelompok utama. Menurutnya, kelompok pertama adalah keluarga kaya yang memindahkan simpanan emas dari negara lain, sedangkan kelompok kedua adalah pembeli baru melalui bank swasta atau dealer logam mulia.