Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Mengapa Orang Kaya Dunia Pilih Simpan Emas Fisik di Singapura?
ilustrasi emas (pexels.com/Suradeach Saetang)
  • Investor kaya dari AS, Eropa, dan Timur Tengah memindahkan emas fisik ke Singapura; kepemilikan emas privat mencapai 800 ton, naik 16 kali lipat sejak 2014.

  • Permintaan global membuat brankas utama nyaris penuh, sementara investor Eropa dan AS mengalihkan aset dari Swiss akibat kekhawatiran fiskal, politik, dan persepsi netralitas Swiss.

  • Pemerintah serta bank Singapura memperkuat ekosistem emas melalui insentif, layanan penyimpanan, rencana kliring, dan perluasan kustodi untuk memenuhi lonjakan permintaan internasional.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Investor kaya dari Amerika Serikat (AS), Eropa, dan Timur Tengah kini berbondong-bondong memindahkan emas fisik mereka ke Singapura. Lonjakan kepemilikan emas privat hingga 16 kali lipat sejak 2014 ini terjadi di tengah gelombang perang, tekanan fiskal, dan ketidakpastian politik global.

Pertimbangan utama para pemilik modal tersebut bukan sekadar nilai emasnya, melainkan kestabilan jangka panjang negara penyimpan. Di tengah lanskap geopolitik yang bergejolak, Singapura dinilai sebagai suaka yang aman untuk mengamankan aset lintas generasi.

1. Brankas Singapura nyaris penuh diserbu permintaan global

ilustrasi emas batangan (pexels.com/Pixabay)

Berdasarkan data Bloomberg, total emas privat di Singapura telah menembus 800 ton pada tahun lalu, dengan sebagian besar aliran masuk berasal dari Eropa. Perusahaan pedagang logam mulia J. Rotbart & Co. mencatat lonjakan pertanyaan daring dari nasabah Barat hingga tiga kali lipat dalam setahun terakhir.

Tekanan permintaan ini membuat kapasitas penyimpanan utama mulai kewalahan menampung aset. Fasilitas Le Freeport yang dikenal sebagai Fort Knox-nya Asia menyatakan sebagian besar brankas bawah tanahnya telah penuh sejak Mei lalu.

Di The Reserve, kepemilikan emas nasabah melonjak tiga kali lipat sejak awal 2020 menjadi 8,6 ton pada September, dengan sekitar 90 persen berasal dari luar negeri. Pendiri The Reserve, Gregor Gregersen, menilai orang-orang lebih memilih negara kaya yang tahan krisis dan mandiri untuk penyimpanan jangka panjang selama puluhan tahun, dilansir The Business Asia Daily.

Manish Tibrewal dari Farro Capital membagi gelombang migrasi ini menjadi dua kelompok utama. Menurutnya, kelompok pertama adalah keluarga kaya yang memindahkan simpanan emas dari negara lain, sedangkan kelompok kedua adalah pembeli baru melalui bank swasta atau dealer logam mulia.

2. Pergeseran kepercayaan dari Swiss ke Asia

ilustrasi bendera Swiss (pexels.com/Stephen Leonardi)

Permintaan emas dari individu berpenghasilan tinggi di Eropa dan AS melonjak sekitar 25 persen akibat kekhawatiran defisit fiskal dan ketidakpastian politik menurut platform Indigo Precious Metals.

Dilansir Sedaily, platform logam mulia Gold melaporkan sekitar 40 persen nasabah Eropanya memindahkan sebagian aset dari Swiss ke Singapura atau memilih Singapura untuk pembelian baru. Pergeseran ini terjadi setelah investor meninjau ulang persepsi netralitas Swiss menyusul pembekuan aset Rusia.

3. Penguatan infrastruktur emas oleh pemerintah dan perbankan

Bendera Singapura (pexels.com/aboodi vesakaran)

Otoritas Moneter Singapura memperluas insentif pajak bagi dana dan kantor keluarga serta menyediakan layanan penyimpanan emas bagi bank sentral asing. Bursa Efek Singapura turut berencana memperkenalkan sistem kliring untuk perdagangan emas di luar bursa demi meningkatkan keterbukaan transaksi.

Sejumlah lembaga keuangan seperti Nomura International Wealth Management dan Oversea-Chinese Banking Corporation memperluas layanan kustodi emas fisik untuk merespons lonjakan permintaan internasional. Lengan perbankan privat OCBC, yakni Bank of Singapore, mencatat kepemilikan emas nasabahnya bahkan melonjak lebih dari 40 persen sejak akhir tahun lalu.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article