Danantara Targetkan Pangkas 750 Perusahaan BUMN hingga Akhir 2026

- Danantara menargetkan memangkas 750 dari 1.074 perusahaan BUMN hingga akhir 2026 melalui konsolidasi, merger, divestasi, dan likuidasi untuk mengatasi tumpang tindih bisnis.
- Sebanyak 52 persen portofolio Danantara merugi Rp23 triliun per tahun, sementara struktur berlapis diperkirakan menimbulkan inefisiensi 2 miliar dolar AS per tahun.
- Dalam 18 bulan terakhir, Danantara telah merampingkan 364 perusahaan dan menargetkan portofolionya tersisa kurang dari 200 perusahaan pada 2029–2030.
Jakarta, IDN Times - Danantara menargetkan perampingan 750 perusahaan di lingkungan BUMN hingga akhir 2026. Upaya ini dilakukan dengan menggabungkan perusahaan yang memiliki bisnis serupa, menjual kepemilikan, hingga menutup perusahaan yang tidak lagi layak dipertahankan.
Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia Dony Oskaria mengatakan, saat ini terdapat 1.074 perusahaan dalam ekosistem BUMN yang dikelola Danantara. Banyaknya perusahaan dengan bisnis yang tumpang tindih dinilai membuat operasional menjadi tidak efisien.
"(Sebanyakk) 700 perusahaan yang akan kita tutup dan konsolidasikan. Jadi, kami berharap akhir tahun ini kami akan menutup setidaknya 750 perusahaan di bawah Danantara Indonesia melalui (proses) konsolidasi, merger, divestasi, dan ada pula yang melalui likuidasi," ungkap Dony dalam Danantara Technology Innovation Investment Forum (DTIIF) 2026 di Jakarta, Senin (26/10/2026).
1. Peta jalan transformasi BUMN dalam 5 tahun ke depan

Logo BUMN (bumn.go.id) BPI Danantara menyiapkan peta jalan transformasi BUMN selama lima tahun ke depan, mulai dari restrukturisasi dan konsolidasi perusahaan hingga mendorong perusahaan yang berkinerja baik melantai di bursa saham. Dalam peta jalan tersebut, Danantara akan memulai transformasi dengan merestrukturisasi dan mengonsolidasikan perusahaan. Tahap berikutnya berfokus pada pengembangan sumber daya manusia (SDM) dan pembentukan budaya kerja perusahaan.
"Memasuki 2028, transformasi akan diarahkan pada pengembangan inovasi melalui pemanfaatan teknologi. Selanjutnya, Danantara akan mendorong penciptaan nilai tambah, serta membawa sejumlah perusahaan yang dinilai siap untuk melantai di bursa saham pada 2029 dan pada 2030, Danantara menargetkan memiliki perusahaan-perusahaan berkelas dunia," ungkap Dony.
2. Lebih muda kelola 8 perusahaan ketimbang 1.074 perusahaan

Danantara Indonesia (IDN Times/Aditya Pratama) Lebih lanjut, Dony mengungkapkan, sekitar 52 persen perusahaan dalam portofolio Danantara mencatat kerugian dengan total mencapai Rp23 triliun per tahun. Selain itu, struktur perusahaan yang terlalu berlapis menyebabkan inefisiensi yang diperkirakan mencapai 2 miliar dolar AS per tahun.
“Lebih mudah bagi saya mengelola delapan perusahaan yang menyumbang 97 persen dividen daripada mengelola 1.074 perusahaan,” kata Dony.
Untuk mengurangi jumlah perusahaan, Danantara menyiapkan beberapa langkah. Sebanyak 200 perusahaan akan digabungkan atau dikonsolidasikan, sedangkan 213 perusahaan masuk rencana penutupan melalui likuidasi. Selain itu, sekitar 15 perusahaan akan menjalani restrukturisasi keuangan. Danantara juga akan menata sekitar 280 perusahaan yang bisnisnya tidak lagi menjadi fokus utama.
3. Danantara sudah rampingkan 364 perusahaan dalam 18 bulan terakhir
Ilustrasi : Wisma Gedung Danantara Indonesia. (Dok. Danantara) Dony mengatakan, Danantara telah merampingkan sekitar 364 perusahaan dalam 18 bulan terakhir. Ke depan, jumlah perusahaan dalam portofolio Danantara ditargetkan tersisa kurang dari 200 perusahaan pada 2029–2030.
Langkah engurangan jumlah perusahaan diklaimnya telah diikuti perbaikan kinerja agar BUMN bisa menghasilkan keuntungan lebih besar.Sejumlah perusahaan disebut mulai menunjukkan perbaikan kinerja. Dony menyebut laba bersih Semen Indonesia meningkat 427 persen, sedangkan laba bersih Telkom naik 233 persen
Sementara itu, penggabungan tiga entitas bisnis hilir Pertamina menghasilkan penghematan sekitar 1 miliar dolar AS atau setara Rp18,12 triliun dalam enam bulan.
"Target kami tahun ini, kami akan menutup laba bersih sebesar Rp360 triliun atau setara 20 miliar dolar AS," ujarnya.



















