Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Konser Kanye West di GBK Berpotensi Putar Uang hingga Rp328,2 Miliar

3 min read
Konser Kanye West di GBK Berpotensi Putar Uang hingga Rp328,2 Miliar
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dalam konpers YE di Balai Kota, Selasa (15/9/2026). (IDN Times/Dini Suciatiningrum)
  • Konser Kanye West di GBK pada 24 Oktober 2026 diperkirakan menarik 50.500 penonton domestik dan mancanegara, dengan transaksi tiket mencapai Rp295,4 miliar.
  • Penginapan penonton asing berpotensi menghasilkan Rp16,4–32,8 miliar; total tiket dan hotel selama dua hari diperkirakan mencapai Rp311,8–328,2 miliar.
  • Gubernur DKI Pramono Anung memperkirakan dampak ekonomi konser sekitar Rp450 miliar, termasuk aktivitas perhotelan, pusat perbelanjaan, serta sektor lain sebelum dan sesudah acara.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Konser Kanye West yang berlangsung pada Sabtu (24/10/2026) malam di Gelora Bung Karno (GBK), tak hanya menjadi magnet bagi penggemar musik, tetapi juga berpotensi menggerakkan roda ekonomi. Berdasarkan perhitungan, penjualan tiket dan transaksi kamar hotel saja diperkirakan menghasilkan perputaran uang hingga Rp328,2 miliar.

Potensi tersebut berasal dari penjualan tiket kepada 50.500 penonton domestik dan mancanegara serta pengeluaran akomodasi penonton asing selama berada di Indonesia.

  1. 1. Potensi transaksi tiket konser Kanye West capai Rp295,4 Miliar

    Harga tiket konser Kanye West di Jakarta 2026 (youtube.com/Kanye West | instagram.com/rawvision.collective)
    Harga tiket konser Kanye West di Jakarta 2026 (youtube.com/Kanye West | instagram.com/rawvision.collective)

    Tak hanya itu, dari sisi penjualan tiket, potensi transaksi diperkirakan mencapai Rp295,4 miliar. Angka ini dihitung dengan asumsi harga tiket kelas Super Fans Festival sebesar Rp5,85 juta per orang, belum termasuk pajak pemerintah sebesar 10 persen, biaya platform 6 persen, dan biaya lain yang berlaku.

    Dengan asumsi harga tersebut, penjualan tiket kepada 20.500 penonton mancanegara berpotensi menghasilkan transaksi Rp119,9 miliar. Sementara itu, penjualan tiket kepada 30.000 penonton domestik diperkirakan mencapai Rp175,5 miliar.

    Selain tiket, konser ini juga berpotensi mendongkrak transaksi sektor perhotelan. Berdasarkan perhitungan, jika 80 persen dari 20.500 penonton mancanegara menginap selama dua malam dan berbagi kamar berdua, potensi transaksi kamar hotel diperkirakan mencapai Rp16,4 miliar hingga Rp32,8 miliar.

    Estimasi tersebut menggunakan asumsi tarif hotel berkisar Rp1 juta hingga Rp2 juta per malam. Nilai ini belum mencakup pengeluaran akomodasi penonton domestik yang juga berpotensi menginap selama konser berlangsung.

    Dengan demikian, total potensi perputaran uang dari penjualan tiket dan transaksi kamar hotel penonton mancanegara diperkirakan mencapai Rp311,8 miliar hingga Rp328,2 miliar selama dua hari penyelenggaraan konser.

    Potensi dampak ekonomi tersebut masih dapat bertambah karena perhitungan belum memasukkan belanja penonton untuk transportasi, makanan dan minuman, serta aktivitas lainnya selama berada di Indonesia.

  2. 2. Perhitungan Gubernur DKI, konser Kanye West beri dampak ke ekonomi Rp450 miliar

    Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dalam konpers YE di Balai Kota, Selasa (15/9/2026). (IDN Times/Dini Suciatiningrum)
    Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dalam konpers YE di Balai Kota, Selasa (15/9/2026). (IDN Times/Dini Suciatiningrum)

    Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menjelaskan, penyelenggara konser Kanye West diperkirakan memberikan dampak ekonomi sekitar Rp450 miliar. Angka tersebut tidak hanya berasal dari penjualan tiket, tetapi juga aktivitas ekonomi lain yang muncul sebelum dan setelah konser berlangsung.

    "Jadi, itulah yang terjadi dalam dua hari ini. Ye kurang lebih Rp450 miliar, kemudian Jakarta Running Festival Rp175 miliar. Kalau dijumlahkan, kurang lebih Rp625 miliar. Walaupun, saya pribadi meyakini pasti lebih dari ini," ucapnya.

  3. 3. Sejumlah sektor mulai dari perhotelan dan pusat perbelanjaan terkena dampak positif

    Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dan Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Tjahyono memperpanjang kerja sama pengelolaan Tempat Pengolahan Sampah
    Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dan Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Tjahyono memperpanjang kerja sama pengelolaan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (26/10/2026). (Dok. Pemprov DKI)

    Menurut Pramono, angka tersebut belum sepenuhnya mencakup seluruh aktivitas ekonomi masyarakat yang dipicu kedua kegiatan. Sejumlah sektor yang turut merasakan dampaknya antara lain perhotelan dan pusat perbelanjaan.

    "Karena aktivitas masyarakat kan tidak bisa semuanya dihitung, tetapi beberapa hal yang berkaitan dengan perhotelan, kemudian belanja di mal, dan sebagainya akibat dampak ini, yang bisa dihitung angkanya kurang lebih seperti itu," katanya.

Share Article
Editorial Team

Kisah Koperasi Perempuan di Tepi Rel

Related Articles

See More