Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Danantara Targetkan 16 Proyek Waste to Energy Masuk Tender hingga 2026

3 min read
Danantara Targetkan 16 Proyek Waste to Energy Masuk Tender hingga 2026
Chief Investment Officer (CIO) Danantara Pandu Sjahrir dalam acara Technology Innovation Investment Forum (TIIF) 2026. (IDN Times/Triyan)
  • Danantara menargetkan 15–16 proyek waste to energy masuk tender hingga akhir 2026, dengan empat proyek tambahan di Jakarta dan Tangerang diumumkan dalam dua pekan.
  • Proyek WtE Bali telah mencapai progres pembangunan 20 persen, ditargetkan selesai akhir 2027 atau awal 2028; perkembangan proyek Bogor akan diperbarui pada Maret 2027.
  • Selain mengolah sampah dan menghasilkan energi, fasilitas WtE dirancang sebagai ruang komunitas. Danantara juga berinvestasi di energi, penerbangan, dan bus listrik.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Danantara Indonesia menargetkan 15–16 proyek pengolahan sampah menjadi energi atau waste to energy (WtE) memasuki tahap tender hingga akhir 2026. Dalam dua pekan ke depan, Danantara berencana mengumumkan empat proyek tambahan, termasuk yang berlokasi di Jakarta dan Tangerang.

Chief Investment Officer (CIO) Danantara Indonesia Pandu Patria Sjahrir mengatakan, pengembangan proyek WtE terus dipercepat. Danantara juga menargetkan delapan proyek tambahan mulai dikerjakan pada kuartal I-2027.

“Jadi, kami berharap pada akhir tahun ini, sekitar 15 hingga 16 proyek sudah masuk tahap tender,” ujar Pandu dalam Danantara Technology Innovation Investment Forum (DTIIF) 2026 di Jakarta, Senin (26/10/2026).

  1. 1. Progress pembangunan proyek WtE di Bali capai 20 persen

    Foto Ilustrasi.jpg
    Proyek Waste-to-Energy (WtE) atau Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) kian mendekati fase krusial. (Dok/Istimewa).

    Pandu menjelaskan, saat ini terdapat sejumlah proyek WtE yang telah berjalan. Salah satunya berada di Bali, dengan progres pembangunan sekitar 20 persen. Danantara menargetkan proyek tersebut rampung pada akhir 2027 atau awal 2028.

    Menurut Pandu, proyek di Bali juga telah menyelesaikan penandatanganan Power Purchase Agreement (PPA) dalam waktu sekitar empat bulan. Proyek tersebut turut memperoleh dukungan pembiayaan (project financing).

    Selain Bali, proyek WtE di Bogor juga terus menunjukkan perkembangan. Danantara berencana menyampaikan pembaruan progres pembangunan proyek tersebut pada Maret 2027.

    "Jadi, perkembangannya diperbarui secara bulanan. Kami ingin memastikan bahwa masyarakat setempat maupun masyarakat secara nasional dapat melihat kemajuan yang telah dicapai," tegasnya.

  2. 2. Tak hanya fokus pada pengolahan sampah dan produksi energi

    Danantara Indonesia (IDN Times/Mohamad Rakan)
    Danantara Indonesia (IDN Times/Mohamad Rakan)

    Menurut Pandu, pengembangan proyek WtE tidak hanya berfokus pada pengolahan sampah dan produksi energi. Fasilitas tersebut juga diharapkan memberikan manfaat bagi masyarakat di sekitar lokasi proyek.

    “Ini harus menjadi daya tarik bagi masyarakat setempat. Kami memosisikan fasilitas ini sebagai tempat yang juga dapat menjadi ruang berkumpul bagi komunitas lokal,” kata Pandu.

  3. 3. Danantra juga kembangkan investasi di sektor energi

    Chief Investment Officer (CIO) Danantara Pandu Sjahrir dalam acara Technology Innovation Investment Forum (TIIF) 2026.
    Chief Investment Officer (CIO) Danantara Pandu Sjahrir dalam acara Technology Innovation Investment Forum (TIIF) 2026. (IDN Times/Triyan)

    Pandu menambahkan, Danantara menargetkan delapan proyek lainnya mulai dikerjakan pada Januari–Maret 2027. Bahkan, dalam dua pekan mendatang, empat proyek tambahan akan diumumkan dan dibuka untuk tender.

    Pengembangan proyek WtE, lanjut Pandu, tidak hanya bertujuan mengolah sampah dan menghasilkan energi, tetapi juga memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar.

    "Karena itu, fasilitas tersebut dirancang agar dapat menjadi daya tarik sekaligus ruang berkumpul bagi komunitas lokal," ucapnya.

    Di luar proyek WtE, Danantara juga mengembangkan investasi di sektor energi, penerbangan, dan kendaraan listrik. Di sektor energi, Danantara berinvestasi bersama mitra lokal di perusahaan energi HighPeak Energy dengan target meningkatkan kapasitas produksi dari sekitar 50 ribu barel menjadi 100 ribu barel.

    Di sektor penerbangan, Danantara menjalin kerja sama dengan SMBC Aviation Capital untuk mengembangkan bisnis pembiayaan dan penyewaan pesawat. Danantara juga mendorong pengembangan bus listrik bersama produsen dalam negeri untuk memperkuat ekosistem kendaraan listrik nasional.

    Pandu menegaskan, setiap investasi Danantara mempertimbangkan potensi imbal hasil komersial dan dampak strategis.

    "Danantara juga menerapkan manajemen risiko, tata kelola berlapis, dan disiplin keuangan untuk menjaga keberlanjutan investasi serta mendorong partisipasi modal swasta," tuturnya.

Share Article
Editorial Team

Kisah Koperasi Perempuan di Tepi Rel

Related Articles

See More