Jakarta, IDN Times - Dalam ilmu ekonomi dasar, kita memahami minat pembeli biasanya akan menurun saat harga sebuah barang melonjak. Namun, aturan ini tidak berlaku bagi barang Veblen.
Fenomena tersebut justru menunjukkan kondisi sebaliknya, di mana permintaan pasar akan meningkat seiring dengan naiknya harga karena adanya nilai eksklusivitas dan simbol status sosial yang kuat.
Secara teknis, barang Veblen memiliki kurva permintaan yang menanjak ke atas. Hal ini sangat kontras dengan hukum permintaan umum yang memiliki kurva menurun.
Dilansir Investopedia, istilah tersebut sendiri diambil dari nama ekonom asal Amerika Serikat (AS) Thorstein Veblen, sosok yang memopulerkan konsep "konsumsi mencolok" atau conspicuous consumption.
