Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Mengintip Kinerja Saham Gajah Tunggal Setelah Diborong Lo Keng Hong

Mengintip Kinerja Saham Gajah Tunggal Setelah Diborong Lo Keng Hong
Facebook.com/Lo Kheng Hong

Jakarta, IDN Times - Investor Lo Keng Hong membeli saham PT Gajah Tunggal Tbk.  Alasan Lo Kheng Hong memborong saham perusahaan ban terbesar di Asia Tenggara ini karena nilainya yang tergolong murah.

Setelah beredar kabar terkait pembelian saham PT Gajah Tunggal Tbk atau GJTL oleh investor Lo Kheng Hong, harga saham emiten ini langsung melesat 25 persen pada sesi akhir perdagangan Jumat 8 Januari 2021. Sementara itu pada penutupan perdagangan Senin 11 Januari 2021, harga saham GJTL kembali naik 13,94 persen.

Lantas apakah saat ini saham GJTL cukup menguntungkan, mengingat harganya sudah naik kencang?

1. Harga emiten GJTL saat ini sama seperti harga saat pekan kedua April 2010

Ilustrasi penurunan nilai saham. (IDN Times/Arief Rahmat)
Ilustrasi penurunan nilai saham. (IDN Times/Arief Rahmat)

Tepat pada 11 Januari 2021, harga saham GJTL ditutup naik 13,94 persen di harga Rp 940 per saham. Secara historis, harga saat ini tidak jauh berbeda dengan harga GJTL di pekan kedua April 2010.

Mengutip Lifepal, kinerja saham GJTL di 2010 terlihat lebih tinggi dari Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan Indeks Aneka Industri Bursa Efek Indonesia. Namun memasuki Juli 2015, kinerja GJTL mulai melemah.

Hanya pada pekan kedua Juli 2016 hingga pekan pertama April 2017 performa GJTL kembali meningkat dan mengungguli IHSG sebelum akhirnya kembali melemah.

2. Utang Gajah Tunggal melebihi ekuitas

(IDN Times/Arief Rahmat)
(IDN Times/Arief Rahmat)

Melihat pada kesehatan keuangan GJTL, perusahaan ini memiliki utang yang melebihi ekuitasnya, berdasarkan informasi pada laporan keuangan kuartal III 2020.

Berikut adalah perhitungan dari nilai beberapa rasio yang mencerminkan likuiditas GJTL:

- Rasio utang berbanding ekuitas (debt to equity ratio) = 194,10 persen
- Current Ratio 157,75 persen
- Debt ratio 66 persen

3. Seberapa mahal Gajah Tunggal saat ini?

Ilustrasi grafik (IDN Times/Arief Rahmat)
Ilustrasi grafik (IDN Times/Arief Rahmat)

Berdasarkan data RTI pada 11 Januari 2021, GJTL yang saat itu dihargai Rp940 per saham memiliki nilai PER (price earning ratio) minus 23,49 kali. Berikut adalah informasi seputar nilai PER, harga, dan kapitalisasi emiten di Sektor Aneka Industri sub-sektor Otomotif dan Komponen.

PER minus atau negatif pada GJTL, terjadi karena GJTL sedang mengalami kerugian. Nilai ini didapat lantaran rumus dari PER adalah Harga Saham/EPS per saham.

PER negatif lebih menunjukkan sebuah fundamental perusahaan yang sedang kurang baik karena nilai EPS yang didapat juga negatif.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Auriga Agustina
Dwi Agustiar
Auriga Agustina
EditorAuriga Agustina
Follow Us

Related Articles

See More

[QUIZ] Tebak Nama Merek Franchise dari Logonya, Yakin Jago?

14 Mei 2026, 22:04 WIBBusiness