Menkeu Minta Peserta BPJS Kesehatan Aktif Bayar Iuran: Gotong Royong

Jumlah peserta JKN mencapai 285 juta jiwa, tetapi peserta aktif baru 80,6 persen.
Peserta aktif didorong membayar iuran agar prinsip gotong royong dalam sistem asuransi sosial berjalan.
Pemerintah membahas penguatan kepesertaan, perbaikan iuran, dan kepastian keuangan BPJS Kesehatan.
Jakarta, IDN Times - Menteri Keuangan (Menkeu) Suahasil Nazara mengatakan jumlah peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) saat ini mencapai 285 juta jiwa. Dari jumlah tersebut, peserta yang berstatus aktif baru 80,6 persen.
Suahasil mendorong seluruh peserta aktif membayar iuran. Dengan begitu, sistem asuransi sosial dapat berjalan melalui prinsip gotong royong, yakni peserta yang sehat membayar iuran untuk membantu pembiayaan peserta yang membutuhkan layanan kesehatan.
"Nah tentu kita menginginkan bahwa sebagai suatu asuransi sosial seluruh masyarakat itu aktif mengiur, karena kalau aktif mengiur maka terjadi saling gotong royong," kata Suahasil dalam konferensi pers di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (28/9/2026).
1. Kepesertaan JKN terus diperkuat

ilustrasi menggunakan aplikasi mobile Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) BPJS Kesehatan. (IDN Times/Dhana Kencana) Mantan Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) itu mengatakan JKN telah memberikan perlindungan kepada banyak masyarakat dari risiko biaya kesehatan ketika mereka sakit. Hal itu dibahas bersama Presiden Prabowo Subianto dalam rapat terbatas hari ini.
Pemerintah juga mendorong perbaikan pengumpulan iuran BPJS Kesehatan. Selain itu, ketepatan sasaran peserta penerima bantuan iuran (PBI) akan diperbaiki dengan mengacu pada Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSN).
"Jadi tadi merekap pertemuan dengan Bapak Presiden, kami menyampaikan bagaimana kepesertaan di Jaminan Kesehatan Nasional kita ini sekarang telah berhasil melindungi sangat banyak penduduk kita dari risiko pembiayaan kesehatan," tutur Suahasil.
2. Peserta tak aktif berpotensi setor Rp24 triliun

Ilustrasi kartu BPJS Kesehatan di aplikasi Mobile JKN (Dok. IDN Times) Direktur Utama BPJS Kesehatan Prihati Pujowaskito mengatakan terdapat sekitar 52 juta peserta yang tidak aktif. Jika seluruh peserta tersebut kembali membayar iuran, penerimaan BPJS berpotensi bertambah.
"Sebesar 52 juta peserta tadi yang tidak aktif, kalau itu bisa membayar iuran dengan semangat gotong royong, maka kalau kelas III saja itu sekitar Rp2 triliun per bulan. Kalau setahun bisa Rp24 triliun," ujar dia.
3. Keuangan BPJS akan dipastikan terjaga

ilustrasi BPJS Kesehatan (IDN Times/Aditya Pratama) Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan BPJS Kesehatan membutuhkan kepastian mengenai kondisi keuangannya agar layanan kepada peserta tetap berjalan. Dia menyebut Menkeu memberikan kepastian mengenai keberlanjutan keuangan BPJS.
Budi mengatakan pemerintah akan memastikan kondisi keuangan BPJS tetap terjaga selama layanan kepada masyarakat berjalan baik dan kebutuhan masyarakat terhadap layanan tersebut tetap ada.
"Pak Menkeu juga sudah memberikan kejelasan lah bagaimana ke depannya BPJS ini selama layanannya baik, ke masyarakat baik, dan masyarakat juga membutuhkan, keuangannya nanti akan dipastikan terjaga," kata Budi.
![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)


















