Jakarta, IDN Times - Percepatan adopsi kecerdasan buatan (AI) telah mengubah lanskap dunia kerja dan bisnis secara fundamental. Tantangannya kini tidak lagi sekadar mengadopsi teknologi, tetapi memastikan organisasi memiliki talenta yang siap memanfaatkannya secara optimal.
Berdasarkan Work Trend Index 2024 dari Microsoft dan LinkedIn, sebanyak 92 persen pekerja berbasis pengetahuan di Indonesia telah menggunakan generative AI dalam pekerjaan sehari-hari. Namun, Cisco AI Readiness Index 2025 menunjukkan bahwa hanya 23 persen organisasi di Indonesia yang siap sepenuhnya memanfaatkan potensi AI.
Seiring meningkatnya adopsi AI, kebutuhan terhadap keterampilan manusia juga semakin tinggi. World Economic Forum memproyeksikan analytical thinking, resilience, creative thinking, technology literacy, serta AI and big data sebagai kompetensi utama hingga 2030.
