ilustrasi Microsoft (pexels.com/Angel Bena)
Microsoft akan mengalokasikan dana untuk memperluas kapasitas pusat data di Jepang mulai tahun 2026 hingga 2029. Fokus utama investasi ini adalah membangun infrastruktur cloud dan AI melalui kolaborasi dengan Sakura Internet Inc. dan SoftBank Corp. Kedua perusahaan Jepang tersebut akan memasok Graphic Processing Unit (GPU) dan tenaga komputasi ke platform Microsoft Azure. Hal ini dilakukan agar pengembangan Large Language Model (LLM) khusus dalam bahasa Jepang bisa berjalan maksimal.
Pengumuman ini langsung memberikan dampak positif di pasar saham. Saham Sakura Internet naik tajam 20,27 persen pada Jumat (3/4/2026), sementara saham SoftBank Corp juga ikut menguat sebesar 1,02 persen.
"Kami tidak membangun ini hanya berdasarkan harapan semata. Kami membangunnya karena melihat adanya permintaan yang sangat nyata dari masyarakat," kata Brad Smith, dilansir Taipei Times.
Infrastruktur lokal ini menjamin data penting milik perusahaan dan pemerintah tetap tersimpan di Jepang dengan keamanan dari layanan Azure. Proyek ini merupakan kelanjutan ekspansi senilai 2,9 miliar dolar AS (Rp49,4 triliun) pada April 2024 lalu, namun dengan skala yang kini jauh lebih masif.
Presiden Sakura Internet Inc., Kunihiro Tanaka, menyebut bahwa infrastruktur pendukung AI sangat penting di tengah cepatnya perubahan digital. Kerja sama ini diharapkan memperkuat kendali digital Jepang dan memberikan keunggulan bagi industri lokal di pasar global. Melalui langkah ini, SoftBank juga akan menyediakan platform komputasi AI mereka di dalam lingkungan Microsoft Azure agar bisa digunakan dengan aman.
"Pelanggan bisa menggunakan platform komputasi AI SoftBank melalui Microsoft Azure dengan tenang, bahkan untuk urusan yang sangat rahasia," kata Junichi Miyakawa, Presiden dan CEO SoftBank Corp., dilansir Livemint.