Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Perplexity Teken Kesepakatan Cloud AI Rp12,5 Triliun dengan Microsoft

Perplexity AI (britannica.com)
Perplexity AI (britannica.com)
Intinya sih...
  • Kesepakatan senilai 750 juta dolar AS (Rp12,5 triliun) dengan Microsoft berlangsung selama tiga tahun, memungkinkan Perplexity mengakses layanan Azure serta platform Foundry.
  • Perplexity AI merupakan startup pencarian berbasis kecerdasan buatan yang didukung Nvidia. AWS tetap menjadi penyedia infrastruktur cloud utama Perplexity meskipun kesepakatan baru dengan Microsoft Azure.
  • Kesepakatan 750 juta dolar AS (Rp12,5 triliun) dengan Perplexity memperkuat posisi Azure sebagai platform utama.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Startup kecerdasan buatan Perplexity menandatangani kesepakatan bernilai 750 juta dolar AS (Rp12,5 triliun), dengan Microsoft untuk menggunakan layanan cloud Azure selama tiga tahun. Perplexity, yang didukung oleh Nvidia, akan menjalankan berbagai model AI melalui program Foundry milik Microsoft.

Langkah ini memperluas infrastruktur cloud mereka di luar mitra lama Amazon Web Services (AWS). Kesepakatan tersebut memungkinkan Perplexity mengakses skala komputasi Azure yang masif untuk mendukung pengembangan dan pelatihan model AI generasi berikutnya.

1. Perplexity raih kesepakatan Rp12,5 triliun dengan Microsoft

Perplexity AI (perplexity.ai)
Perplexity AI (perplexity.ai)

Kesepakatan senilai 750 juta dolar AS (Rp12,5 triliun) dengan Microsoft berlangsung selama tiga tahun, memungkinkan Perplexity mengakses layanan Azure serta platform Foundry. Melalui Foundry, Perplexity dapat menjalankan model AI dari OpenAI, Anthropic, dan xAI dalam satu ekosistem terintegrasi yang lebih efisien.

Sebelumnya, Perplexity bergantung utama pada AWS sebagai penyedia cloud utama. Kesepakatan strategis ini menandai diversifikasi infrastruktur cloud untuk mendukung skalabilitas dan performa model AI mereka di tengah pertumbuhan yang pesat.

"Kami bersemangat bermitra dengan Microsoft untuk akses ke model frontier dari xAI, OpenAI, dan Anthropic," ujar juru bicara Perplexity, dilansir Silicon Republic.

2. AWS tetap menjadi penyedia infrastruktur cloud utama Perplexity

Perplexity (perplexity.ai)
Perplexity (perplexity.ai)

Perplexity AI merupakan startup pencarian berbasis kecerdasan buatan yang didukung Nvidia, dan telah mencapai valuasi 20 miliar dolar AS (Rp335,4 triliun) setelah pendanaan seri terbaru 200 juta dolar AS (Rp3,3 triliun) pada September 2025.

AWS tetap menjadi penyedia infrastruktur cloud utama Perplexity meskipun kesepakatan baru dengan Microsoft Azure. Perusahaan berencana mengumumkan perluasan kemitraan strategis dengan AWS dalam waktu dekat untuk mendukung pertumbuhan operasional.

"AWS tetap menjadi penyedia infrastruktur cloud utama Perplexity, dan kami bersemangat mengumumkan perluasan kemitraan itu dalam beberapa minggu mendatang," ujar juru bicara Perplexity, dilansir Bloomberg.

Strategi multi-cloud ini memungkinkan Perplexity mengoptimalkan performa model AI melalui akses infrastruktur terbaik dari berbagai penyedia.

3. Azure perkuat posisi Microsoft di ekosistem AI

ilustrasi perusahaan Microsoft
ilustrasi perusahaan Microsoft (pexels.com/Angel Bena)

Bagi Microsoft, kesepakatan 750 juta dolar AS (Rp12,5 triliun) dengan Perplexity memperkuat posisi Azure sebagai platform utama pembangunan aplikasi kecerdasan buatan. Strategi ini menarik klien AI besar di tengah persaingan ketat dengan AWS yang mendominasi pasar cloud.

Perplexity memperoleh redundansi infrastruktur dan akses beragam model AI melalui platform Foundry Azure. Multi-cloud strategy ini mendukung pertumbuhan pesat di tengah tuntutan hukum dari Amazon terkait fitur Comet, sekaligus mengurangi ketergantungan pada satu penyedia cloud.

Perplexity telah menarik investasi signifikan 500 juta dolar AS (Rp8,3 triliun) pada Oktober 2025, menaikkan valuasi menjadi sekitar 9 miliar dolar AS (Rp150,9 triliun) sebelum pendanaan terbaru.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Anata Siregar
EditorAnata Siregar
Follow Us

Latest in Business

See More

Cara Mengatur Pengeluaran saat Musim Hujan agar Dompet Tetap Aman

01 Feb 2026, 16:01 WIBBusiness