ilustrasi Kanada (unsplash.com/sebastiaan stam)
Kegagalan negosiasi juga menunjukkan perubahan cara Kanada melihat hubungan ekonominya dengan AS. Carney mengatakan pengalaman tersebut memperkuat keyakinannya bahwa Amerika Serikat telah berubah dan Kanada gak bisa begitu saja kembali ke pola hubungan lama. Pemerintah Kanada kini menghadapi tekanan untuk memperkuat ekonomi domestik sekaligus mencari pasar ekspor lain supaya gak terlalu bergantung pada satu negara.
Perkembangan ini penting karena konflik tarif bukan sesuatu yang selalu selesai hanya dengan satu pengumuman. Kanada memang sudah menetapkan 8 September sebagai tanggal dimulainya tarif balasan, tapi jeda waktu tersebut masih memberikan ruang bagi perubahan situasi. Washington Post mencatat belum ada pertemuan lanjutan yang dijadwalkan ketika negosiasi terakhir runtuh, sementara para analis melihat integrasi ekonomi kedua negara membuat konflik berkepanjangan sulit menguntungkan salah satu pihak.
Kegagalan negosiasi Kanada dan AS membuat hubungan dagang kedua negara kembali berada dalam situasi yang penuh ketidakpastian. AS sudah memberlakukan tarif 50 persen terhadap sejumlah barang Kanada, sementara Kanada bersiap membalas dengan tarif yang mulai berlaku pada 8 September 2026. Nilai barang yang terdampak tarif AS diperkirakan sekitar 20 miliar dolar AS atau sekitar Rp320 triliun. Sementara itu, total perdagangan Kanada dan AS mencapai lebih dari 700 miliar dolar AS atau sekitar Rp11.200 triliun per tahun.
Meski cakupan tarif baru AS hanya sekitar 5 persen dari total barang Kanada yang masuk ke AS, dampaknya tetap bisa terasa pada industri tertentu dan rantai pasok lintas negara. Jika tarif 50 persen diterapkan pada barang senilai US$1 juta atau sekitar Rp16 miliar, biaya tambahan secara teoritis dapat mencapai 500 ribu dolar AS atau sekitar Rp8 miliar.
Ke depan, kamu perlu melihat apakah kedua negara akan kembali ke meja perundingan sebelum tarif balasan Kanada benar-benar berlaku. Kalau gak ada kompromi, siklus tarif dan tarif balasan bisa semakin memperumit perdagangan di Amerika Utara. Apalagi, hubungan ekonomi Kanada dan AS sudah terjalin sangat erat selama puluhan tahun, sehingga perang dagang yang berkepanjangan berpotensi merugikan perusahaan dan konsumen di kedua negara.