Jakarta, IDN Times - Kinerja neraca dagang Indonesia yang mencatat defisit sebesar 1,61 miliar dolar AS pada Mei 2026 turut menjadi sorotan media asing. Defisit terjadi karena nilai ekspor hanya mencapai 23,20 miliar dolar AS, lebih rendah dibandingkan impor yang mencapai 24,81 miliar dolar AS.
Kondisi tersebut mengakhiri tren surplus neraca dagang yang telah berlangsung selama 72 bulan berturut-turut sejak Mei 2020. Ini juga menjadi defisit neraca dagang pertama sejak April 2020. Sejumlah media asing termasuk Reuters dan Asia Nikkei menyoroti hal tersebut.
Besarnya defisit tersebut turut menjadi perhatian. Defisit perdagangan pada Mei 2026 merupakan yang terdalam sejak April 2019, saat Indonesia membukukan defisit sebesar 2,33 miliar dolar AS.
