Nigeria Raup Penghasilan Rp8 Triliun dari Kawasan Ekonomi Khusus

- Kawasan Ekonomi Khusus (ZEK) Nigeria menciptakan 20 ribu lapangan pekerjaan dan menghasilkan Rp8 triliun untuk mendongkrak ekspor.
- Nigeria melatih lebih dari 27 ribu eksportir, menerbitkan sertifikasi UMKM, dan mendukung petani serta perempuan dalam bisnis.
- Peningkatan ekspor non-migas Nigeria sebesar 21 persen pada 2025, menunjukkan keberhasilan dalam mengurangi ketergantungan pada ekspor minyak mentah.
Jakarta, IDN Times - Kementerian Industri, Perdagangan, dan Investasi Nigeria mengungkapkan keberhasilan meningkatkan pendapatan dari Zona Perdagangan Bebas atau Kawasan Ekonomi Khusus. Area tersebut dilakukan untuk meningkatkan kapasitas industri dan menarik investasi di Nigeria.
Sebelumnya, orang terkaya di Afrika, Aliko Dangote mengatakan, akan membuat Nigeria sebagai pusat industri manufaktur di Afrika. Menurutnya, Nigeria punya kesempatan untuk meningkatkan efisiensi industri dan mendongkrak daya saing industri.
Table of Content
1. ZEK mampu menciptakan 20 ribu lapangan pekerjaan
Pemerintah Nigeria menyebut, ZEK sudah memberikan penghasilan sebesar 500 juta dolar AS (Rp8 triliun) untuk mendongkrak ekspor. Pembangunan area tersebut juga berhasil menciptakan 20 ribu lapangan pekerjaan langsung.
“Zona Perdagangan Bebas Nigeria mampu mendongkrak ekspor dan telah beperan sebagai mesin pertumbuhan ekspor produk dalam negeri, industrialisasi, dan pencipta lapangan pekerjaan di Nigeria,” tuturnya, dikutip dari APA News.
Pemerintah setempat menyebut, Nigeria sudah memposisikan dalam fase baru ekonomi. Kini, Nigeria sudah mereformasi ekonomi dengan memperkuat kapasitas industri, ekspor dan mengembalikan kepercayaan investor.
2. Nigeria sudah melatih lebih dari 27 ribu eksportir
Dewan Promosi Ekspor Nigeria mengungkapkan keberhasilan dalam melatih lebih dari 27 ribu eksportir. Selain itu, sudah menerbitkan sertifikasi kepada 200 usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk dapat masuk ke pasar internasional.
Dilansir Business Insider Africa, Nigeria sudah mendukung lebih dari 3 ribu petani untuk mendistribusikan benih hibrida. Salah satu program penting dari pemerintah Nigeria adalah inisiatif Women Export Fund untuk menarik lebih dari 67 ribu peserta dan memberikan hadiah kepada 146 perempuan dalam bisnis.
3. Ekspor non-migas Nigeria melonjak 21 persen
Pada 2025, Nigeria berhasil menggenjot ekspor non-migas hingga 21 persen. Peningkatan ini menunjukkan keberhasilan Nigeria dalam mengurangi ketergantungan dari ekspor minyak mentah.
Dilansir ChannelsTV, kenaikan ekspor ini didorong oleh tingginya permintaan kokoa, kacang cashew, wijen, dan pupuk. Komoditas tersebut menjadi tulang punggung Nigeria selain migas yang mampu menarik pembeli dari Eropa, Asia, dan Timur Tengah.


















