Nilai Investasi IWIP Tembus Rp500 T, Silmy Karim Ungkap Peran Imigrasi

- IWIP menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru dengan nilai investasi Rp500 triliun
- Dukungan dari berbagai kementerian dan lembaga membantu IWIP mencapai kesuksesan
- Kunjungan Silmy memperkuat koordinasi antara pemerintah dan pengelola kawasan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional
Jakarta, IDN Times - Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Republik Indonesia, Silmy Karim mengunjungi Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) di Halmahera Tengah, Maluku Utara. Hal itu dilakukan sebagai bagian penguatan peran layanan dan pengawasan keimigrasian dalam mendukung kawasan industri strategis.
Dalam kunjungan tersebut, Silmy meninjau fasilitas keimigrasian yang beroperasi di bandara khusus domestik di IWIP, serta mengunjungi sejumlah fasilitas utama kawasan industri, termasuk pelabuhan, pembangkit listrik, fasilitas pengolahan nikel, dan industri baterai.
Silmy menegaskan, kehadiran imigrasi di kawasan industri memiliki fungsi strategis dalam memastikan bahwa aktivitas investasi dan mobilitas tenaga kerja berjalan tertib dan mendukung perekonomian nasional.
“Potensi ekonomi di kawasan ini menuntut pelayanan keimigrasian yang kuat dan responsif agar aktivitas industri dan investasi dapat berjalan optimal,” ujar Silmy, dikutip Kamis (15/1/2025).
1. IWIP berkembang jadi pusat pertumbuhan ekonomi baru

Lebih lanjut Silmy mengatakan, IWIP kini berkembang sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi baru berbasis hilirisasi nikel.
“Nilai investasi di IWIP telah mencapai sekitar Rp500 triliun dengan tingkat pertumbuhan ekonomi kawasan sekitar 20 persen per tahun, jauh di atas rata-rata nasional,” ujar dia.
2. Hasil dukungan berbagai pihak

Adapun capaian tersebut tidak terlepas dari dukungan terhadap kawasan industri yang merupakan hasil kerja bersama berbagai kementerian dan lembaga.
“Kami melihat kehadiran sinergi yang kuat di Kawasan Industri Weda Bay antara Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, Kementerian Keuangan melalui Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Badan Karantina, serta unsur TNI dan Polri dalam menjaga agar IWIP berjalan sesuai aturan dan mendukung target pertumbuhan ekonomi nasional,” kata Silmy.
3. Memperkuat koordinasi pemerintah dan pengelola kawasan

Sementara itu, Direktur PT IWIP, Scott Ye menyampaikan, kunjungan Silmy memperkuat koordinasi antara pemerintah dan pengelola kawasan.
“Kami menyambut baik kunjungan Wakil Menteri dan jajaran kementerian terkait. Kehadiran pemerintah di lapangan sangat penting untuk memastikan bahwa operasional kawasan industri, termasuk pengelolaan tenaga kerja dan mitra internasional, berjalan sesuai dengan ketentuan dan sejalan dengan arah kebijakan nasional. Dukungan pemerintah ini membuat penerapan aturan menjadi lebih konsisten dan efektif,” ujar Scott.
Scott menambahkan, kunjungan ini menegaskan peran Imigrasi sebagai bagian dari kehadiran negara di kawasan industri strategis. Melalui pelayanan yang profesional, adaptif, dan terintegrasi dengan instansi lain, Imigrasi menjadi salah satu pilar yang memastikan bahwa investasi, mobilitas tenaga kerja, dan aktivitas industri dapat berjalan tertib, aman, dan memberikan manfaat nyata bagi perekonomian nasional.
“Sebagai pengelola kawasan, IWIP terus memperkuat standar operasional dan sistem kepatuhan, termasuk peningkatan layanan pendukung kawasan, agar aktivitas industri berjalan aman, tertib, dan berkelanjutan,” kata Scott.

















